PenaKu.ID – Situasi keamanan di Iran terus memburuk seiring dengan gelombang protes yang telah berlangsung selama tiga pekan.
Menanggapi kerusuhan tersebut, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan tindakan yang sangat kuat, termasuk intervensi militer.
Korban Jiwa yang Terus Berjatuhan Menurut Donald Trump
Laporan dari organisasi hak asasi manusia menyebutkan bahwa setidaknya 116 orang telah tewas dan ribuan lainnya ditahan dalam bentrokan antara demonstran dan otoritas keamanan.
Pemutusan akses internet menjadi strategi pemerintah setempat untuk meredam aksi protes massa.
Opsi Negosias Donald Trump di Tengah Ketegangan
Meski mengancam dengan kekuatan militer, Trump menyebut adanya komunikasi dari pihak Iran untuk memulai negosiasi.
Namun, ia menekankan bahwa keputusan untuk bertindak mungkin saja diambil sebelum pertemuan resmi antara kedua negara tersebut terlaksana.**
