PenaKu.ID – Elon Musk kembali memicu kontroversi dengan terbang ke China di tengah proses hukum gugatan terhadap OpenAI yang sedang memanas.
Lngkah bos Tesla dan xAI ini dinilai sangat berisiko karena dilakukan saat ia berada dalam status “on recall” atau panggilan kembali oleh pengadilan Amerika Serikat.
Absen Elon Musk dari Sidang Tanpa Izin Resmi
Dalam sidang penutup yang digelar Jumat (15/5/2026), pengacara Musk meminta maaf atas ketidakhadiran kliennya yang sedang mendampingi Donald Trump dalam kunjungan diplomatik. Pakar hukum menyebut tindakan Musk sangat tidak lazim bagi seorang saksi persidangan.
Meskipun tidak dilarang secara eksplisit, bepergian ke luar negeri tanpa persetujuan hakim saat proses hukum berjalan bisa berdampak buruk pada kredibilitasnya di mata hukum.
Kesaksian yang Emosional dan Defensif Elon Musk
Sebelumnya dalam persidangan, Musk terlihat kesulitan mempertahankan beberapa klaimnya terkait pengembangan AI di Tesla dan dana awal untuk OpenAI. Ia juga tampak defensif saat ditanya mengenai hubungan pribadinya dengan mantan anggota dewan OpenAI.
Hakim Yvonne Gonzalez Rogers bahkan sempat memperingatkan Musk untuk berhenti berkomentar di media sosial selama persidangan berlangsung, sebuah perintah yang tampaknya sulit dipatuhi oleh sang miliarder.**










