PenaKu.ID – Berakhirnya perjanjian New START antara Amerika Serikat dan Rusia menandai babak baru yang mengkhawatirkan dalam geopolitik global.
Tanpa batasan formal, kedua negara kini memiliki kebebasan untuk memperluas arsenal nuklir strategis mereka tanpa pengawasan.
Alasan AS Tak Perpanjang Perjanjian Nuklir
Washington menilai New START sudah tidak relevan karena tidak mencakup senjata nuklir taktis Rusia dan pertumbuhan pesat kekuatan nuklir China.
AS merasa terikat oleh aturan yang justru memberikan keuntungan bagi pesaingnya, sehingga memilih untuk tidak memperpanjang kesepakatan tersebut guna memulai negosiasi baru.
Modernisasi dan Uji Coba Nuklir
Pasca berakhirnya perjanjian, AS bersiap melakukan modernisasi besar-besaran, termasuk kemungkinan mengaktifkan kembali peluncur rudal di kapal selam kelas Ohio.
Di sisi lain, kekhawatiran akan dimulainya kembali uji coba nuklir fisik semakin nyata, yang bisa memicu reaksi serupa dari Rusia dan China.**
