PenaKu.ID – Serangan drone Rusia kembali memakan korban jiwa di kota Zaporizhzhia, Ukraina. Sebuah rumah hancur akibat serangan tersebut, menewaskan dua orang dan melukai dua anak berusia 11 dan 15 tahun.
Insiden tragis ini terjadi tepat sebelum dimulainya putaran baru pembicaraan antara negosiator Ukraina dan Amerika Serikat.
Tuntutan Zelensky di Meja Perundingan Usai Drone Rusia
Presiden Volodymyr Zelensky mendesak para negosiatornya untuk membahas keputusan AS yang melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia.
Zelensky menilai kebijakan Washington untuk menekan harga energi global tersebut justru memberikan napas bagi mesin perang Rusia, sementara warga sipil Ukraina terus menjadi korban.
Harapan Tipis dalam Proses Negosiasi Setelah Serangan Drone Rusia
Sejauh ini, pembicaraan yang dimediasi oleh AS gagal menghentikan pertempuran atau mengubah tuntutan Rusia secara signifikan.
Dengan situasi di lapangan yang terus memanas, banyak pihak pesimis akan adanya terobosan besar dalam waktu dekat untuk mengakhiri penderitaan rakyat Ukraina.**
