Ekonomi

Dolar AS Tekan Rupiah Lagi

Dolar AS Tekan Rupiah Lagi
Dolar AS Tekan Rupiah Lagi. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga perdagangan sore hari ini. Mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS dan sempat mendekati level Rp17.800 di pasar spot.

Tekanan terhadap rupiah memicu kekhawatiran pelaku pasar setelah sejumlah analis memproyeksikan mata uang Paman Sam berpotensi menyentuh angka psikologis Rp18.000 apabila sentimen global terus memburuk dalam beberapa waktu mendatang.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, rupiah sempat berada di level Rp17.781 per dolar AS pada sesi siang. Posisi tersebut melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.744 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, mulai dari penguatan dolar AS secara global, lonjakan harga minyak mentah dunia, hingga ketidakpastian geopolitik internasional. Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset berbasis mata uang Paman Sam yang dinilai lebih aman.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat. Ia memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek berada di rentang Rp17.740 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Faktor Lain Melemahnya Rupaih terhadap Dolar AS

Selain faktor global, kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap rupiah. Indonesia yang masih bergantung pada impor energi membutuhkan lebih banyak mata uang Paman Sam untuk transaksi impor, sehingga permintaan valuta asing di dalam negeri meningkat.

Pasar juga menyoroti arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed. Ekspektasi suku bunga tinggi di AS membuat arus modal asing cenderung keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski isu mata uang Paman Sam menembus Rp18.000 ramai diperbincangkan, hingga sore hari ini belum terdapat data resmi yang menunjukkan rupiah benar-benar menyentuh level tersebut. Angka Rp18.000 masih sebatas proyeksi sejumlah analis apabila tekanan eksternal semakin meningkat.

Pemerintah bersama Bank Indonesia disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali. Upaya tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar valuta asing hingga penguatan cadangan devisa guna meredam volatilitas pasar.

Analis juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi terkait pergerakan nilai tukar rupiah. Hingga saat ini, rupiah memang mengalami pelemahan, namun masih bergerak di kisaran Rp17.700 hingga mendekati Rp17.800 per dolar AS.** (tds)

Exit mobile version