PenaKu.ID – Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan pada Jumat (12/6/2026) di zona positif. Informasi dihimpun dari berbagai sumber mencatat, mata uang Garuda ditutup pada level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 129 poin atau sekitar 0,72 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.989 per dolar AS.
Penguatan tersebut menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik setelah dalam beberapa hari terakhir rupiah sempat mengalami tekanan dan bergerak mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Sejak awal perdagangan, rupiah menunjukkan kinerja positif dan mampu mempertahankan penguatannya hingga sesi penutupan.
Pergerakan rupiah turut ditopang oleh melemahnya indeks mata uang Negeri Paman Sam di pasar global. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi sejumlah mata uang Asia untuk menguat, termasuk rupiah yang sejak sesi pagi telah bergerak di zona hijau. Pada awal perdagangan, rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.930 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup lebih kuat pada sore hari.
Tidak hanya mencatat penguatan harian, rupiah juga menunjukkan kinerja yang positif secara mingguan. Dalam sepekan terakhir, mata uang Indonesia ini berhasil menguat sekitar 0,98 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya sentimen positif pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi nasional dan pasar keuangan domestik.
Pelemahan Dolar AS Jadi Sinyal Positif
Meski demikian, pelaku pasar masih terus mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat. Beberapa di antaranya meliputi perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat, kondisi perekonomian global, hingga dinamika arus modal asing yang masuk ke pasar negara berkembang.
Di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global, Bank Indonesia terus memantau stabilitas nilai tukar rupiah. Kendati mencatat penguatan pada perdagangan hari ini, potensi volatilitas pasar masih tetap terbuka seiring perubahan sentimen investor terhadap berbagai perkembangan ekonomi internasional.
Sejumlah analis menilai penguatan rupiah menjelang akhir pekan menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Namun, mereka mengingatkan bahwa pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan faktor-faktor global yang terus bergerak dinamis.
Data Perdagangan Rupiah 12 Juni 2026:
Penutupan: Rp17.860 per dolar AS
Penguatan harian: 129 poin atau 0,72 persen
Penutupan sebelumnya: Rp17.989 per dolar AS
Posisi pagi hari: Rp17.930 per dolar AS
Penguatan selama sepekan: 0,98 persen. ** (tds)
