Religi

Doa Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya

×

Doa Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya

Sebarkan artikel ini
Doa Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya
Doa Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Umat Islam di berbagai penjuru dunia menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah 1448 H yang bertepatan dengan 1 Muharram. Pergantian tahun dalam kalender Islam tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Di Indonesia, tradisi membaca doa awal tahun Hijriah masih banyak dijalankan oleh masyarakat Muslim. Doa tersebut umumnya dibaca setelah waktu Magrib pada malam 1 Muharram sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.

Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menetapkan bacaan doa awal tahun Muharram dengan redaksi tertentu dari Rasulullah SAW. Bacaan yang populer di tengah masyarakat berasal dari tradisi ulama serta berbagai kitab doa yang berkembang di kalangan umat Islam. Oleh karena itu, doa tersebut dipahami sebagai bentuk munajat kepada Allah SWT, bukan ibadah yang memiliki ketentuan khusus dari Nabi Muhammad SAW.

Muharram, Salah Satu Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Allah SWT berfirman:

Bahasa Arab

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Latin

Inna ‘iddata asy-syuhūri ‘indallāhi itsnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-ardha minhā arba’atun hurum.

Artinya

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (suci).”

(QS. At-Taubah: 36)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh serta menjauhi berbagai perbuatan maksiat selama bulan yang dimuliakan tersebut.

Hadis Rasulullah SAW tentang Keutamaan Bulan Muharram

Keutamaan Muharram juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:

Bahasa Arab

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Latin

Afdhalush shiyāmi ba‘da Ramadhāna syahrullāhil Muharram.

Artinya

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

(HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Muharram menjadi waktu yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik melalui puasa sunnah, zikir, doa, maupun berbagai amal kebajikan lainnya.

Doa Awal Tahun yang Populer di Kalangan Umat Islam

Salah satu bacaan doa awal tahun yang banyak diamalkan masyarakat Muslim adalah sebagai berikut:

Bahasa Arab

اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin

Allāhumma antal abadiyyul qadīm al-awwal, wa ‘alā fadhlikal ‘azhīmi wa jūdikal mu‘awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbal, nas’alukal ‘ishmata fīhi minasy-syaithāni wa auliyā’ih, wal ‘auna ‘alā hādzihin nafsil ammārati bis-sū’, wal isytighāla bimā yuqarribunī ilaika yā dzal jalāli wal ikrām.

Artinya

“Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Maha Kekal, Maha Dahulu dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu kami bersandar. Ini adalah tahun baru yang telah datang kepada kami. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dari godaan setan dan para pengikutnya, pertolongan untuk menundukkan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, serta taufik untuk melakukan segala amal yang dapat mendekatkan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”

Tahun Baru Hijriah Menjadi Momentum Hijrah dan Perbaikan Diri

Lebih dari sekadar pergantian kalender, Tahun Baru Hijriah mengandung makna hijrah, yakni berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

Bahasa Arab

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Latin

Wal muhājiru man hajara mā nahallāhu ‘anhu.

Artinya

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut mengingatkan bahwa makna hijrah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kebaikan. Karena itu, menyambut 1 Muharram sebaiknya diisi dengan evaluasi diri, memperbanyak istigfar, meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.

Doa Awal Tahun Momentum Meningkatkan Ketakwaan

Doa awal tahun Muharram merupakan amalan yang telah lama dikenal dan diamalkan oleh sebagian masyarakat Muslim. Walaupun tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menetapkan doa awal tahun, para ulama membolehkan pembacaannya sebagai bentuk doa dan harapan kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, yang paling penting dari pergantian Tahun Baru Hijriah adalah menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, serta membangun kehidupan yang lebih baik sebagai seorang Muslim.** (tds)