PenaKesehatan
Trending

Distan Penuhi Penyemprotan Disinfektan, Sehari Habiskan 500 Liter

PenaKu.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Bandung melalui Bidang Sarana dan Prasarana harus memenuhi permintaan instansi untuk penyemprotan Disinfektan guna menanggulangi penyebaran pandemi covid 19 yang saat ini diinformasikan semakin meningkat.

Seperti dikatakan Kabid Sarana Prasarana, Yayan Agustian, perharinya untuk melakukan penyemprotan bisa mencapai 500 liter. Sementara untuk pelaksanaannya bisa hingga menjelang malam.

Bahkan diakui Yayan, ada instansi yang meminta agar penyemprotan disinfektan dilakukan dini hari, jelas itu tak mungkin dilaksnakan. Walaupun tujuannya agar saat bekerja nanti siangnya semua pegawai merasa aman dan nyaman.

Ketika disinggung kenapa penyemprotan disifektan harus dilakukan Distan bukan Dinkes, dia menjelaskan, sebelum pandemi, Distan selalu melakukan disinfektan untuk tumbuhan dan aman terhadap mahluk hidup termasuk masyarakat.

“Dan ternyata disinfrktan yang digunakan sangat efektif untuk mencegah penyebaran pandemi,” katanya di ruang kerjanya, Senin(14/6/2021).

Yayan yang didampingi Kasie Parlintan, Agus Lukman, juga memaparkan, untuk tahun 2021 ini hanya menerima anggaran sebesar dua ratus juta rupiah untuk pembelian cairan disifektan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dia menerima hingga beberapa milyar untuk pembelanjaan.

Namun hal tersebut, menurutnya tidak memlengaruhi kinerjanya untuk melaksanakan pencegahan penyebaran pandemi yang diimplementasikan melalui penyemprotan disifektan.

Baik Yayan maupun Agus menuturkan, hari ini sudah ada beberapa instansi yang mengajukan untuk segera dilakukan penyemprotan. Sementara instansi lainnya yang merupakan bagian dari Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid, sudah memberitahukan kalau persediaan cairan disifekntan sudah habis.

“Kebetulan di Dinas Pertanian masih banyak persediaan, sehingga bisa dilakukan penyemprotan secara maksimal ke instansi-instansi yang membutuhkan,” ujar dia.

Sementara Agus Lukman menambahkan, dia mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan menghindari setiap kegiatan yang menyebabkan kerumunan orang.

Dan kepada masyarakat dia menuturkan, jangan mengharapkan pandemi cepat berahir tapi sudahkah masyarakat mematuhi protokol kesehatan beserta ketentuannya. “Sebab percuma kalau hanya berharap corona cepat berahir tapi protokol kesehatan tidak dilaksanakan,” pungkas Agus.

(ALF)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!