PenaKu.ID – Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Dick Cheney, meninggal dunia pada 3 November 2025 dalam usia 84 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi yang dikutip dari Associated Press (AP) dan Newsweek, Selasa (4/11/2025) waktu setempat.
Dalam pernyataan tersebut, keluarga menyebut Cheney meninggal akibat komplikasi pneumonia dan penyakit kardiovaskular yang telah lama ia derita. Ia berpulang dalam kedamaian, dikelilingi oleh istri dan kedua putrinya.
“Dick Cheney wafat dengan tenang di tengah keluarga yang ia cintai. Ia meninggalkan warisan panjang dalam sejarah politik Amerika,” ujar perwakilan keluarga dalam pernyataan yang dikutip AP News.
Jejak Panjang di Dunia Politik Dick Cheney
Lahir di Lincoln, Nebraska, pada 30 Januari 1941, Dick Cheney dikenal sebagai salah satu politisi paling berpengaruh sekaligus kontroversial dalam sejarah modern Amerika Serikat. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden ke-46 AS mendampingi Presiden George W. Bush selama dua periode, dari 2001 hingga 2009.
Sebelum itu, Cheney menempati sejumlah posisi penting, termasuk Menteri Pertahanan AS di masa pemerintahan Presiden George H. W. Bush, di mana ia memainkan peran kunci dalam Perang Teluk 1991. Ia juga pernah duduk di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai wakil dari negara bagian Wyoming.
Perannya sebagai arsitek kebijakan keamanan nasional pasca serangan 11 September 2001 membuat namanya lekat dengan konsep “Perang Melawan Teror”, termasuk invasi ke Afghanistan dan Irak. Kebijakan tersebut menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh—namun juga paling diperdebatkan—di pemerintahan Bush.
Riwayat Kesehatan Dick Cheney yang Panjang
Cheney diketahui lama bergulat dengan penyakit jantung kronis. Sejak usia muda, ia beberapa kali mengalami serangan jantung, menjalani operasi bypass, dan menerima transplantasi jantung pada 2012. Menurut People Magazine, kondisi kesehatannya menurun dalam beberapa bulan terakhir hingga akhirnya meninggal akibat komplikasi pernapasan dan jantung.
Dick Cheney Pernah Dihantam Isu Hoaks
Sebelum kabar kematiannya dikonfirmasi, Cheney sempat menjadi korban hoaks kematian pada awal 2025. Sebuah akun parodi media internasional mengklaim dirinya telah wafat, namun kabar itu segera dibantah oleh keluarga serta media kredibel, termasuk Reuters. Kini, informasi meninggalnya telah terverifikasi oleh berbagai media seperti AP, Washington Post, Reuters, dan Newsweek.
Warisan dan Reaksi Politik
Cheney dikenal sebagai tokoh konservatif dengan pandangan keras terkait isu keamanan nasional. Ia dihormati sekaligus dikritik karena peran sentralnya dalam kebijakan perang di Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga belum mengumumkan lokasi pemakaman dan upacara penghormatan terakhir. Sejumlah politisi lintas partai di Amerika Serikat dilaporkan telah menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas wafatnya sosok yang selama puluhan tahun menjadi figur penting dalam pemerintahan AS.**
