PenaRagam

Dibangun pada Masa Belanda, Jembatan Ini Lama Tak Direnov

PenaKu.ID – Warga mengeluhkan kondisi jembatan gantung yang berada di Kampung Dukuh. Pasalnya, jembatan sepanjang 20 meter tersebut telah rapuh dimakan usia. Sejak dibangun pada tahun 1918 jembatan itu belum pernah diperbaiki.

Padahal, jembatan yang berada di Kampung Dukuh itu merupakan penghubung antara Desa Bunijaya dengan Desa Cibedug, Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat, yang masih sering dilalui oleh warga sekitar.

Salah satu warga setempat Asep Mulyana mengatakan, kondisi jembatan itu cukup memprihatinkan. Selain itu, dia khawatir jika tidak segera diperbaiki bisa menimbulkan kecelakaan.

“Kalau terus dipergunakan dengan kendaraan berat, bisa-bisa jembatan itu roboh juga. Karena kondisinya sudah lapuk dimakan usia,” katanya kepada PenaKu.ID Selasa, (2/3/2021).

Dia menambahkan, meski tiang penyangganya terbuat dari besi. Namun bagian badan jembatan masih beralaskan kayu seadanya. Karena itu, kekuatan badan jembatan tidak sesuai dengan bobot kendaraan, sehingga ancaman roboh bisa terjadi suatu ketika.

Seingatnya, jembatan yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda ini, pernah diperbaiki pada tahun 2013 oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bekerjasama dengan pihak perkebunan. Setelah itu, pihak pemerintah tidak menunjukan tanda-tanda akan memperbaikinya.

Dia mengungkapkan, saat Perkebunan Montaya masih beroperasi, ada tindakan pemeliharaan. Karena jembatan ini, menjadi akses untuk menjual hasil perkebunan.

Seiring Montaya tidak lagi beroperasional, jembatan itu terabaikan hingga kini. Meski demikian, warga terpaksa tetap menggunakan jalur tersebut karena jalur lain jaraknya cukup jauh, harus melewati sekitar 20 km.

“Masih saja ada mobil yang berani melintasi jembatan ini. Mungkin karena terpaksa dari pada harus jauh-jauh muternya. Saya sih takut, kalau dipaksakan malah ambruk,” tandasnya.

CepDar

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button