Peristiwa

Dianggap Tabrak Kultur Lokal, Acara ‘Pool Party’ di Santasea Sukabumi Berujung Evaluasi

×

Dianggap Tabrak Kultur Lokal, Acara ‘Pool Party’ di Santasea Sukabumi Berujung Evaluasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260921 WA0030
Foto Istimewa: Panitia Ngoetfest x Santasea Sukabumi, Muhamad Abudzar Algifhari di dampingi Asisten Direktur Santasea, Azwar Haikal saat di wawancara awak media, Senin (21/9/2026).

PenaKu.ID – Gelaran acara Ngoetfest x Santasea yang berlangsung di area kolam renang Santasea, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, pada Sabtu (19/9/2026) malam, menuai gelombang kritik dari warga setempat. Acara bertema pool party tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga dan tidak sejalan dengan nilai budaya lokal.

Keluhan utama masyarakat tertuju pada volume suara musik yang membubung tinggi hingga mendekati pukul 22.00 WIB. Selain masalah kebisingan di jam istirahat, konsep acara yang menyajikan hiburan Disc Jockey (DJ), live band, hingga tari modern di area kolam renang turut memicu polemik. Penampilan sejumlah talent perempuan berbaju renang dianggap sebagian pihak tidak sesuai dengan adat dan norma masyarakat Sukabumi.

Menanggapi gejolak tersebut, pihak panitia penyelenggara dan manajemen lokasi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Perwakilan Panitia Ngoetfest, Abuzar, menyampaikan keprihatinannya atas dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menegaskan pihak panitia menerima masukan publik dengan penuh kerendahan hati.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya jika penyelenggaraan acara ini menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan. Kami paham betul bahwa konsep ini bukan bagian dari budaya setempat sehingga memicu pro dan kontra,” ujar Abudzar kepada awak media, Senin (21/9/2026).

Guna meluruskan spekulasi, Abuzar memberikan clarification terkait teknis acara. Pihaknya mengklaim telah memberlakukan aturan ketat, termasuk melarang keras peredaran minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, serta penggunaan busana vulgar seperti bikini seksi.

“Klarifikasi kami, acara ini murni hiburan musik dan tarian di area kolam. Kami melarang miras, narkoba, dan penggunaan bikini seksi. Talent hanya diizinkan mengenakan pakaian renang standar,” jelasnya sembari berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi total agar lebih bijak di masa depan.

Sikap senada disampaikan manajemen Santasea. Asisten Direktur Santasea, Azwar Haikal, membenarkan adanya keberatan dari warga sekitar terkait dampak kebisingan dan konsep acara tersebut.

“Kami memohon maaf kepada warga sekitar dan seluruh masyarakat Sukabumi. Keluhan ini menjadi bahan pembelajaran berharga bagi Santasea agar ke depan lebih selektif dan menghormati kultur sosial-budaya setempat,” kata Azwar.

Azwar menambahkan, pihak Santasea telah bermusyawarah dan mencapai kesepakatan bersama warga. Beberapa poin penting yang disepakati diantaranya penghentian konsep Serupa: Pihak pengelola berjanji tidak akan lagi mengizinkan acara bertema pool party atau konsep lain yang bertentangan dengan budaya lokal dan juga pembatasan Volume dan Durasi: Pengaturan pengeras suara akan diperketat dan pembatasan jam operasional acara malam akan dimajukan agar tidak mengganggu waktu istirahat warga.

“Ke depannya, batas volume suara dan durasi acara malam akan disesuaikan secara ketat demi menjaga kondusivitas lingkungan,” pungkas Azwar.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *