Internasional

Di Balik Megahnya Eurovision 2026, Ketegangan Politik Memuncak

×

Di Balik Megahnya Eurovision 2026, Ketegangan Politik Memuncak

Sebarkan artikel ini
Di Balik Megahnya Eurovision 2026, Ketegangan Politik Memuncak
Di Balik Megahnya Eurovision 2026, Ketegangan Politik Memuncak. /foto: Austria Music Esc

PenaKu.ID – Vienna kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah resmi menjadi tuan rumah Eurovision Song Contest 2026. Ajang musik terbesar di Eropa itu digelar di Wiener Stadthalle, Austria, sekaligus menandai perayaan 70 tahun Eurovision sejak pertama kali diselenggarakan pada 1956.

Penyelenggaraan tahun ini disebut sebagai salah satu edisi terbesar sekaligus paling kontroversial dalam sejarah kompetisi tersebut. European Broadcasting Union (EBU) bersama stasiun penyiaran Austria, ORF, menyiapkan berbagai agenda spesial untuk memperingati tujuh dekade perjalanan Eurovision sebagai panggung musik lintas negara.

Selama pekan penyelenggaraan, ribuan penggemar dari berbagai penjuru dunia memadati Vienna. Kawasan pusat kota dipenuhi panggung hiburan, festival penggemar, hingga pertunjukan terbuka yang menjadi bagian dari tradisi tahunan Eurovision.

Sebanyak 35 negara tercatat ambil bagian dalam kompetisi Eurovision 2026. Austria otomatis melaju ke grand final sebagai tuan rumah bersama kelompok “Big Four”, yakni Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.

Namun, kemeriahan Eurovision 2026 juga dibayangi ketegangan politik. Sejumlah negara Eropa memutuskan mundur dari kompetisi sebagai bentuk protes terhadap keputusan EBU yang tetap mengizinkan Israel tampil di ajang tersebut. Kebijakan itu memicu kritik dari sejumlah kelompok masyarakat hingga organisasi hak asasi manusia internasional.

Eurovision 2026 Diwarnai Aksi Demonstrasi

Kontroversi tersebut bahkan memicu aksi demonstrasi di sekitar lokasi acara. Meski demikian, pihak penyelenggara menegaskan Eurovision harus tetap menjadi ruang netral yang menyatukan berbagai budaya melalui musik.

Di tengah polemik yang berkembang, EBU turut menerapkan sejumlah perubahan aturan demi meningkatkan transparansi kompetisi. Salah satu langkah yang dilakukan ialah membatasi jumlah voting publik untuk menghindari dugaan manipulasi suara yang sempat menjadi sorotan pada edisi sebelumnya.

Eurovision 2026 juga menghadirkan inovasi artistik baru. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan instrumen live kembali diberi ruang terbatas di atas panggung utama. Kebijakan itu mendapat sambutan positif dari penggemar karena dinilai menghadirkan nuansa pertunjukan yang lebih autentik.

Antusiasme publik terhadap Eurovision tetap tinggi. Tiket grand final dilaporkan ludes terjual dalam waktu singkat, sementara jutaan penonton dari berbagai negara mengikuti siaran langsung melalui televisi maupun platform digital.

Perayaan 70 tahun Eurovision tahun ini kembali menunjukkan posisi kompetisi tersebut sebagai salah satu panggung hiburan terbesar di dunia. Meski dibayangi kontroversi politik, Eurovision tetap berhasil menyedot perhatian global lewat perpaduan musik, budaya, dan pertunjukan spektakuler yang menjadi ciri khasnya.** (tds)
~source: The Sun, Reuters, Eurovision, ebu