Peristiwa

Debit Air Surut, Puluhan Hektare Sawah di Cianjur Mengering

×

Debit Air Surut, Puluhan Hektare Sawah di Cianjur Mengering

Sebarkan artikel ini
Debit Air Surut, Puluhan Hektare Sawah di Cianjur Mengering
Debit Air Surut, Puluhan Hektare Sawah di Cianjur Mengering

PenaKu.ID – Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan debit air di bagian hulu Saluran Irigasi Induk Daerah Irigasi (DI) Cihea, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami penurunan drastis. Kondisi tersebut berdampak pada puluhan hektare lahan persawahan yang mulai mengalami kekeringan.

Penurunan debit air terpantau di Bendung Cisokan yang berada di Kampung Cisuru, Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung. Saluran Irigasi DI Cihea dari bendung tersebut selama ini menjadi sumber pengairan bagi lahan persawahan seluas kurang lebih 5.000 hektare yang tersebar di Kecamatan Ciranjang, Bojongpicung, dan Haurwangi.

Debit Air Terus Menurun Selama Tiga Bulan

Petugas Bendung Cisokan, Hendra Purnama, menjelaskan bahwa air yang mengalir ke Saluran Irigasi DI Cihea berasal dari Bendung Cisokan. Menurutnya, selama musim kemarau debit air terus mengalami penurunan.

Hendra menyebutkan, hingga saat ini air yang masuk ke saluran irigasi tercatat sekitar 42,02 liter kubik per detik. Sementara itu, pada kondisi terendah, debit air pernah mencapai 29,52 liter kubik per detik. Besaran debit tersebut masih berubah-ubah setiap harinya, bergantung pada kondisi di wilayah hulu.

Ia menambahkan, penurunan debit air telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Dengan kondisi tersebut, aliran air diperkirakan tidak mampu menjangkau saluran irigasi tersier di wilayah hilir karena sebagian besar air terserap oleh tanah yang mengalami kekeringan.

Distribusi Air Diterapkan dengan Sistem Gilir Giring

Untuk memastikan wilayah hilir tetap memperoleh pasokan air, pengelola Bendung Cisokan bekerja sama dengan petugas PSDP Provinsi, pengurus P3A Mitra Cai Golongan, serta UPTD Pelayanan Pertanian Wilayah Ciranjang dari Dinas Pertanian Hortikultura Kabupaten Cianjur.

Melalui kerja sama tersebut, distribusi air dilakukan menggunakan sistem gilir giring, yakni pembagian air secara bergantian kepada setiap P3A Mitra Cai Golongan dengan jadwal dua hari sekali.

Hendra juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan air dari Daerah Irigasi Cihea, agar bersabar menghadapi kondisi saat ini. Pasalnya, penurunan debit air yang terjadi selama musim kemarau mengakibatkan pasokan air irigasi menjadi sangat terbatas.**