PenaKu.ID – Di tengah padatnya aktivitas sekolah dan media sosial, banyak remaja yang mengabaikan jam tidur.
Padahal, kurang tidur atau sleep deprivation memiliki dampak sistemik yang serius, mulai dari penurunan fokus hingga gangguan kesehatan fisik dalam jangka panjang.
Pengaruh Kurang Tidur pada Fungsi Kognitif
Otak remaja membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memproses informasi dan memperkuat memori. Saat seseorang sleep deprivation, kemampuan konsentrasi di kelas menurun drastis.
Hal ini sering menjadi penyebab utama merosotnya nilai akademik. Sleep deprivation juga membuat remaja lebih mudah tersinggung, stres, dan kehilangan motivasi untuk belajar.
Strategi Memperbaiki Kualitas Agar Tidak Kurang Tidur
Untuk mendapatkan tidur berkualitas, batasi penggunaan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur. Cahaya biru dari ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin.
Selain itu, buatlah jadwal tidur yang konsisten, meskipun di akhir pekan. Dengan tidur yang cukup antara 8 hingga 10 jam sehari, remaja akan merasakan peningkatan energi, suasana hati yang lebih stabil, dan performa yang lebih baik di sekolah maupun aktivitas ekstrakurikuler.**
