PenaKu.ID – Bupati Bogor mendorong seluruh pemerintah desa di Kabupaten Bogor untuk menyusun dan mengoperasionalkan program pembangunan berbasis kebutuhan serta potensi lokal.
Langkah ini dinilai krusial agar seluruh program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghindari pola pembangunan searah (top-down).
Mengingat luas wilayah dan keberagaman karakteristik tiap wilayah, desa harus dijadikan sebagai titik mula (bottom-up) perencanaan pembangunan daerah.
“Program-program yang harus dibangun adalah program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Program tersebut berangkatnya dari desa,” ujar Rudy saat melakukan kunjungan kerja di Desa Gunung Putri.
Pemkab Bogor kucurkan Rp1,5 Miliar Per Desa di 2026
Guna mendukung kemandirian desa dalam menentukan arah pembangunannya, Pemkab Bogor memperkuat komitmen tersebut melalui dukungan anggaran yang konkret. Pada tahun 2026, Pemkab Bogor merealisasikan bantuan keuangan infrastruktur sebesar Rp1,5 miliar untuk setiap desa.
Bantuan keuangan ini disalurkan secara merata ke 416 desa dan 19 kelurahan di seluruh Kabupaten Bogor. Lewat penganggaran ini, pemerintah daerah memberikan ruang seluas-luasnya bagi pemerintah desa untuk mengeksekusi proyek infrastruktur prioritas sesuai aspirasi warga setempat.
Bupati Bogor Sebut Desa Gunung Putri Jadi Percontohan Kolaborasi
Dalam kesempatan tersebut, Rudy Susmanto secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Gunung Putri di bawah kepemimpinan Kepala Desa Daman Huri. Desa Gunung Putri dinilai sukses membangun wilayahnya melalui pola kolaborasi aktif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Beliau beserta seluruh jajaran membangun Desa Gunung Putri bukan hanya dengan tenaga, waktu, dan pikiran, tetapi dengan hati,” puji Rudy Susmanto.
Model kepemimpinan dan partisipasi warga di Gunung Putri ini diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor agar lebih responsif dan inovatif.
Mendorong Kemandirian Desa demi Pembangunan Nasional
Melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat dan sinergi antar-elemen, Rudy optimistis kemandirian desa-desa di Bogor dapat terwujud lebih cepat. Pembangunan yang kuat dari level tapak dinilai akan menopang pencapaian target pembangunan skala daerah hingga nasional.
“Dari Bogor kita membangun bangsa Indonesia,” pungkas Rudy menegaskan semangat keterpaduan pembangunan tersebut.***









