Peristiwa

Banjir di Kabupaten Demak Meluas, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir di Kabupaten Demak Meluas, Ribuan Warga Mengungsi
Banjir di Kabupaten Demak Meluas, Ribuan Warga Mengungsi. /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diakibatkan dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu dalam beberapa hari terakhir. Luapan Sungai Tuntang, yang diperparah oleh jebolnya tanggul di sejumlah titik, menyebabkan air menggenangi permukiman warga hingga memaksa ribuan orang mengungsi.

Berdasarkan data terbaru dari otoritas penanggulangan bencana, lebih dari 2.800 warga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Para pengungsi banjir di Kabupaten Demak kini tersebar di sejumlah titik, seperti balai desa, masjid, serta fasilitas umum lainnya. Selain itu, satu warga dilaporkan masih dalam proses pencarian.

Sejumlah kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Demak ini, di antaranya Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Ketinggian air bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga menembus lebih dari satu meter di beberapa wilayah, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.

Jebolnya tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang menjadi faktor utama meluasnya banjir di Kabupaten Demak. Air dengan cepat meluap ke kawasan permukiman dan lahan pertanian. Situasi tersebut semakin memburuk akibat tingginya curah hujan yang memicu peningkatan debit sungai secara signifikan.

Evakuasi Banjir di Kabupaten Demak

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan evakuasi, dengan prioritas pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta ibu hamil. Di sisi lain, distribusi bantuan logistik mulai digencarkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, meliputi makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan.

Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan darurat serta melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Upaya penanganan difokuskan pada penyelamatan warga, percepatan distribusi bantuan, serta perbaikan tanggul yang jebol guna mencegah banjir meluas.

Banjir yang kerap berulang di Demak kembali menegaskan tingginya kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana hidrometeorologi. Selain dipicu cuaca ekstrem, kondisi geografis yang relatif rendah serta ketergantungan pada sistem tanggul menjadi tantangan serius dalam pengendalian banjir.

Hingga kini, kondisi di lapangan masih terus dipantau. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.** (tds)

Exit mobile version