PenaKu.ID – Kecelakaan lalu-lintas kembali terjadi di ruas tol Jawa Tengah. Sebuah bus penumpang mengalami kecelakaan fatal di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang. Melansir sejumlah sumber, insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas di Exit Tol Krapyak itu terjadi ketika bus melaju dari arah barat dan hendak keluar melalui jalur exit tol. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kendaraan diduga kehilangan kendali saat melintasi tikungan, lalu menabrak pembatas jalan hingga akhirnya terguling.
Bus tersebut diketahui mengangkut puluhan penumpang dengan rute Jakarta–Yogyakarta. Benturan keras mengakibatkan beberapa penumpang terlempar keluar, sementara lainnya terjepit di dalam badan bus yang ringsek.
Aparat Segera Merapat ke Exit Tol Krapyak
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, pemadam kebakaran, serta petugas pengelola tol segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban. Proses penyelamatan berlangsung cukup sulit mengingat kondisi kendaraan yang rusak parah.
“Jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Sementara korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Semarang untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar pejabat kepolisian setempat dalam keterangan resmi.
Petugas medis menyebutkan, sebagian besar korban meninggal dunia mengalami cedera berat pada bagian kepala dan dada akibat benturan saat bus terguling. Proses identifikasi korban dilakukan di rumah sakit rujukan dengan melibatkan tim forensik.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kecepatan kendaraan yang tidak sesuai saat memasuki jalur keluar tol. Aparat juga telah memeriksa kondisi teknis bus serta latar belakang pengemudi, termasuk aspek kesehatan dan kelayakan operasional kendaraan.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar Exit Tol Krapyak sempat mengalami kepadatan selama proses evakuasi berlangsung. Namun, pihak pengelola jalan tol memastikan kondisi lalu-lintas kini telah kembali normal.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pendampingan juga diberikan kepada korban luka serta keluarga terdampak. Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap standar operasional angkutan umum, khususnya di jalur tol yang memiliki tingkat risiko tinggi.** [teds]
