Sosial

Aroma Biryani di Ujung Senja: Kala Gizi dan Keberkahan Ramadhan Menyatu di Pasirpogor Gunungpuyuh Kota Sukabumi 

Aroma Biryani di Ujung Senja: Kala Gizi dan Keberkahan Ramadhan Menyatu di Pasirpogor Gunungpuyuh Kota Sukabumi
Foto Istimewa: Para Siswa MI Raudlatul Walid Pasirpogor Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi Saat Mengikut Buka Puasa Bersama dengan SPPG Karamat, Jumat (13/3/2026).

PenaKu.ID – Matahari mulai condong ke ufuk barat di Jalan Pasirpogor, Kelurahan Karangtengah. Namun, riuh rendah di MI Raudlatul Walid justru kian menghangat. Sore itu, Jumat (13/3/2026), bukan sekadar rutinitas pulang sekolah yang tampak, melainkan sebuah perayaan syukur yang dibalut dalam uap harum rempah dan tawa renyah anak-anak.

Ramadan 1447 Hijriah kali ini membawa warna berbeda bagi 156 siswa di sana. Di bawah arahan Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Karamat, program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) bertransformasi menjadi momen pengerat kasih sayang melalui tradisi buka puasa bersama.

SPPG Karamat Kota Sukabumi Melangitkan Doa Melalui Sepiring Nasi Biryani

Saat azan magrib kian mendekat, aroma Nasi Biryani yang autentik mulai menyeruak dari meja-meja panjang. Pilihan menu ini bukanlah tanpa alasan. SPPG Karamat Kota Sukabumi Jawa Barat ingin menghadirkan kemewahan gizi yang dipadukan dengan sukacita hari raya. Ayam bakar yang juicy, acar segar, serta semangkuk sop buah dingin menjadi pelengkap sempurna untuk membatalkan haus dan lapar setelah seharian berpuasa.

Kepala SPPG Karamat Kota Sukabumi, Didi Ahyadi, mengungkapkan bahwa inovasi ini merupakan bentuk fleksibilitas program MBG di bulan suci ramadhan 1447 hijriah.

“Di petunjuk teknis memang diperbolehkan integrasi MBG dengan buka bersama. Karena lokasi dapur produksi kami sangat dekat, kualitas rasa dan suhu makanan tetap terjaga sampai ke tangan anak-anak,” ungkap Disibdengan senyum puas.

Kemandirian di Balik Meja Prasmanan SPPG Karamat Kota Sukabumi

Ada pemandangan menarik saat waktu berbuka tiba. Tak ada kotak nasi yang dibagikan secara kaku. Anak-anak diajak mengantre secara tertib dalam sistem prasmanan. Dengan tangan kecilnya, mereka belajar mengambil porsi sendiri-sebuah pelajaran sederhana tentang kemandirian dan rasa syukur. 

Meski begitu tambah Didi, para petugas tetap bersiaga memastikan setiap piring yang terisi tetap memenuhi standar kecukupan gizi yang dibutuhkan tubuh mungil mereka. Tak hanya perut yang dikenyangkan, hati para siswa dan guru pun turut dikenyangkan dengan kejutan paket parsel lebaran yang dibagikan sore itu.

SPPG Karamat Kota Sukabumi Lebih dari Sekadar Makan Gratis

Bagi Didi dan timnya, sore di Gunungpuyuh ini mengemban misi yang jauh lebih besar dari sekadar menggugurkan kewajiban distribusi. Ada tiga pilar yang ingin mereka tancapkan diantaranya silaturahmi yang erat antara sekolah dan orang tua, berbagi kebahagiaan melalui akses makanan berkualitas dan kebersamaan yang menciptakan rasa memiliki terhadap program pemerintah.

“Ya, Implementasi MBG di Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh ini menjadi bukti nyata bahwa program nasional bisa berjalan selaras dengan kearifan lokal dan momen religius,” bebernya.

Melalui sepiring Nasi Biryani, pesan tentang pentingnya gizi dan kehangatan berbagi tersampaikan dengan syahdu kepada generasi penerus bangsa. Di bawah langit senja Sukabumi, keberkahan Ramadan terasa begitu nyata mengalir dari dapur produksi, singgah di meja makan, dan menetap di hati sanubari anak-anak Pasirpogor.” pungkasnya.

Kado Keberkahan SPPG Karamat Kota Sukabumi di Penghujung Acara

Kebahagiaan sore itu kian membuncah saat SPPG Karamat mengeluarkan kejutan yang telah disiapkan dengan rapi. Tak hanya perut yang dikenyangkan oleh hidangan bergizi, tangan-tangan mungil para siswa dan para guru pengajar pun nampak penuh memeluk paket parsel spesial. Bingkisan ini menjadi simbol apresiasi dan kado kasih sayang di bulan Ramadan, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap dedikasi para pendidik yang tetap semangat mendampingi tumbuh kembang anak didik mereka di tengah ibadah puasa. Senyum simpul terpancar jelas dari wajah para penerima, melengkapi keberkahan momen buka bersama dengan rasa syukur yang mendalam.**

Exit mobile version