PenaKu.ID – Bagi orang tua yang sedang memulai perjalanan MPASI, istilah “fortif” atau fortifikasi pasti sering terdengar. Fortifikasi adalah proses penambahan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral ke dalam bahan pangan tertentu.
Tujuannya adalah untuk melengkapi kandungan nutrisi yang mungkin hilang selama proses pengolahan atau yang secara alami tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang Si Kecil yang pesat.
Alasan Mengapa Anak Membutuhkan Fortifikasi Makanan Fortif
Kebutuhan zat besi dan seng pada bayi usia 6 bulan ke atas melonjak drastis dan seringkali tidak dapat dipenuhi hanya dari makanan rumahan biasa dalam jumlah kecil. Makanan fortifikasi hadir sebagai solusi untuk mencegah masalah gizi seperti stunting atau anemia defisiensi besi.
Dengan pengayaan nutrisi ini, anak mendapatkan asupan gizi yang terukur sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Memilih Produk Makanan Fortif
Orang tua dapat menemukan fortifikasi pada berbagai produk seperti tepung terigu, susu, hingga bubur bayi instan. Misalnya, yodium pada garam atau vitamin D pada produk olahan susu. Penting untuk selalu membaca label kemasan guna memastikan nutrisi yang ditambahkan sesuai dengan kebutuhan anak.
Fortifikasi bukan sekadar tambahan, melainkan jembatan nutrisi untuk mendukung perkembangan fisik dan kecerdasan buah hati secara optimal.**
