Pendidikan

Antisipasi Aksi Massa, Disdikbud Kota Sukabumi Geser Jadwal Ujian di Enam SMP

IMG 20260601 WA0085
Foto Istimewa: Ilustrasi AI

PenaKu.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mengambil langkah cepat guna menjamin keselamatan siswa di tengah rencana aksi unjuk rasa warga yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (2/6/2026). 

Sebagai langkah mitigasi, pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) di enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpaksa digeser.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikbud Kota Sukabumi, Nurhayati, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pihak dinas melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Fokus utamanya adalah memastikan keamanan dan kenyamanan peserta didik tidak terganggu oleh dinamika di lapangan.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pemda terkait rencana aksi warga Kota Sukabumi pada 2 Juni 2026, ada beberapa penyesuaian pelaksanaan SAT yang perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Nurhayati saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (1/6/2026).

Daftar Sekolah yang Mengalami Penyesuaian

Penundaan jadwal ujian ini menyasar sekolah-sekolah yang berada di jalur atau radius strategis rencana aksi. Berikut detail penyesuaiannya: SMP Negeri: SMPN 1, SMPN 2, SMPN 5, dan SMPN 9 Kota Sukabumi.

SMP Swasta: SMP Muhammadiyah dan SMP Tamansiswa.

Ujian yang semula dijadwalkan pada Selasa, 2 Juni 2026, resmi diundur menjadi Rabu, 3 Juni 2026. Selama pengalihan jadwal tersebut, para siswa di enam sekolah di atas diminta untuk tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah (BDR).

Sementara itu, untuk sekolah-sekolah di luar daftar tersebut, Disdikbud menegaskan agenda SAT tetap berjalan normal sesuai jadwal semula.

Imbauan Ketat untuk Sekolah dan Orang Tua

Tidak hanya menggeser jadwal, Disdikbud juga mengeluarkan instruksi tegas bagi sekolah-sekolah yang tetap menyelenggarakan SAT pada 2 Juni. Pihak sekolah diminta memperketat pengawasan agar para siswa langsung pulang ke rumah dan tidak ikut menyaksikan, apalagi terlibat dalam aksi massa.

Peran krusial juga dititipkan kepada para orang tua murid agar lebih ketat memantau pergerakan anak-anak mereka selama belajar di rumah.

“Kami berharap orang tua dapat bekerja sama dengan sekolah untuk memastikan siswa tetap berada dalam pengawasan dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu proses belajar maupun keselamatan mereka,” tutur Nurhayati.

Pihak Disdikbud Kota Sukabumi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Informasi atau kebijakan baru akan segera berikan secara berkala jika terjadi dinamika lanjutan terkait pelaksanaan SAT maupun kegiatan belajar mengajar di wilayah Kota Sukabumi.

***

Exit mobile version