PenaKu.ID – Angin Topan Noul menerjang wilayah pesisir selatan China pada Minggu (26/7/26), memaksa pemerintah mengevakuasi lebih dari 801 ribu warga dari kawasan yang berpotensi terdampak bencana. Badai tropis tersebut membawa angin kencang disertai hujan lebat yang meningkatkan risiko banjir, gelombang tinggi, dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan otoritas setempat, AnginTopan Noul mendarat di Kabupaten Huidong, Provinsi Guangdong. Meskipun kekuatannya mulai melemah setelah mencapai daratan, cuaca ekstrem masih berpotensi mengancam sejumlah daerah di wilayah selatan China.
Pemerintah Aktifkan Peringatan usai AnginTopan Noul
Pemerintah China menetapkan peringatan cuaca pada tingkat tertinggi sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak Angin Topan Noul. Selain melakukan evakuasi massal, pemerintah juga mengerahkan berbagai upaya mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana.
Warga yang dievakuasi berasal dari kawasan yang dinilai rawan mengalami banjir, gelombang tinggi, serta tanah longsor akibat cuaca ekstrem.
Transportasi Terganggu Akibat Cuaca Buruk
Dampak Angin Topan Noul juga mengganggu aktivitas transportasi di sejumlah wilayah. Ratusan penerbangan di Hong Kong dibatalkan, sementara layanan kereta cepat, operasional pelabuhan, dan penyeberangan feri dihentikan sementara hingga kondisi cuaca dinyatakan aman.
Hujan Lebat Tingkatkan Risiko Banjir dan Longsor
Selain Guangdong, hujan dengan intensitas tinggi juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah provinsi lain, yakni Fujian, Jiangxi, Hunan, Sichuan, dan Gansu.
Otoritas setempat mengingatkan masyarakat mengenai potensi banjir bandang dan tanah longsor karena curah hujan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Siapkan Dana Darurat
Untuk mendukung penanganan bencana, pemerintah pusat mengalokasikan dana bantuan sebesar 100 juta yuan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung proses tanggap darurat sekaligus pemulihan wilayah yang terdampak cuaca ekstrem.
Belum Ada Korban Jiwa di Lokasi Pendaratan
Hingga pembaruan terbaru, belum terdapat laporan korban jiwa yang secara langsung dikaitkan dengan Angin Topan Noul di Provinsi Guangdong sebagai lokasi pendaratan badai.
Namun, di Hong Kong sedikitnya 21 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat cuaca buruk yang menyertai badai tersebut.
Sementara itu, banjir bandang yang terjadi di Provinsi Gansu pada periode yang sama menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan 23 orang lainnya mengalami luka-luka. Meski berlangsung bersamaan dengan cuaca ekstrem, otoritas menyatakan insiden tersebut belum dikategorikan sebagai dampak langsung Topan Noul.
Pemerintah Minta Warga Tetap Waspada Usai AnginTopan Noul Melanda
Pemerintah China mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, khususnya bagi warga yang bermukim di kawasan pegunungan, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor.
Pemantauan kondisi cuaca, proses evakuasi, serta langkah-langkah mitigasi lainnya terus dilakukan hingga ancaman bencana dinyatakan mereda.** (tds)











