PenaKu.ID – Presiden Volodymyr Zelensky baru saja melempar peringatan keras yang mengguncang stabilitas psikologis sekutu Barat.
Di tengah kecamuk di Timur Tengah, ia khawatir pasokan rudal pertahanan udara, khususnya sistem Patriot, akan tersedot ke wilayah tersebut.
Pertanyaannya bukan lagi soal dukungan moral, melainkan soal ketersediaan stok fisik senjata yang kini diperebutkan oleh dua front konflik besar.
Dilema Sekutu: Memilih Antara Ukraina dan Timur Tengah
Zelensky mengakui adanya risiko nyata bahwa perhatian Amerika Serikat dan Uni Eropa mulai teralihkan. Ketika konflik di Timur Tengah memanas, kebutuhan akan interseptor pertahanan udara meningkat drastis secara global.
Jika stok terbatas, sekutu kemungkinan besar akan memprioritaskan kepentingan mendesak di Timur Tengah, meninggalkan langit Ukraina rentan terhadap serangan udara Rusia yang tak henti-hentinya.
Risiko Perang Ukraina yang Terlupakan dan Kelangkaan Global
Selain pengalihan isu politik, Zelensky menyoroti aspek ekonomi perang: kelangkaan global. Ledakan penggunaan rudal penangkis di Teluk membuat senjata-senjata ini semakin mahal dan sulit didapat.
Ukraina, yang sudah empat tahun bertahan dari invasi skala penuh, kini menghadapi kenyataan pahit bahwa narasi “perang demi demokrasi” bisa kalah pamor oleh krisis baru yang dianggap lebih mengancam stabilitas energi dan geopolitik global.**
