PenaKu.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Pada Senin, Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa blokade pelabuhan Iran telah dimulai tepat pukul 10:00 EDT (14:00 GMT/15:00 BST).
Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons atas tindakan Iran yang sebelumnya memblokir Selat Hormuz, sebuah jalur vital perdagangan dunia.
Tuduhan Terorisme Ekonomi dan Respon Militer Soal Pelabuhan Iran
Wakil Presiden AS, JD Vance, tidak menahan diri dalam pernyataannya. Ia menuduh Iran melakukan “terorisme ekonomi” dan menegaskan bahwa Amerika Serikat hanya memainkan permainan yang sama.
“Jika Iran mencoba menutup akses dunia, maka tidak akan ada kapal Iran yang bisa keluar juga,” tegas Vance. Meski demikian, militer AS memastikan bahwa blokade ini spesifik menyasar Iran. Kapal-kapal yang menuju pelabuhan non-Iran tetap diizinkan melintas, terbukti dengan lewatnya dua tanker pada hari Selasa.
Tanggapan Soal Blokade Pelabuhan Iran
Di sisi lain, duta besar Iran untuk PBB mengecam keras tindakan ini sebagai “pelanggaran berat” terhadap kedaulatan negara mereka. Namun, di tengah panasnya blokade, muncul secercah harapan diplomasi.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, pembicaraan langsung antara pejabat Lebanon dan Israel dijadwalkan berlangsung di AS hari ini. Dunia kini menunggu apakah jalur dialog ini mampu meredam api yang sedang berkobar di teluk.**







