PenaKu.ID – Nama Luis Figo kembali dikaitkan dengan Barcelona lebih dari dua dekade setelah kepindahannya ke Real Madrid pada 2000. Kali ini, mantan pemain Portugal tersebut tidak kembali sebagai pesepak bola, melainkan melalui kampanye pemasaran perusahaan teknologi finansial, Revolut.
Informasi dihimppun, pada 2026, Revolut menjadikan Figo sebagai bagian dari kampanye yang mengangkat kembali kisah kepindahannya dari Barcelona ke Real Madrid. Kampanye tersebut menggunakan konsep “berpindah” dengan menjadikan keputusan Figo berganti klub sebagai metafora bagi konsumen yang ingin meninggalkan layanan perbankan lama dan beralih ke Revolut.
Nama Figo kemudian kembali bersinggungan dengan Barcelona setelah Revolut dilaporkan sempat mengajukan proposal untuk menjadi mitra finansial klub tersebut.
Pada September 2026, Barcelona tidak melanjutkan proposal tersebut. Laporan itu menyebut keterkaitan Revolut dengan Figo menjadi salah satu faktor yang turut diperhitungkan oleh klub.
Namun, Barcelona belum memberikan penjelasan resmi mengenai proses internal tersebut. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa Figo merupakan satu-satunya alasan proposal Revolut tidak berlanjut.
Luis Figo dan Luka Lama di Camp Nou
Luis Figo merupakan salah satu pemain penting Barcelona pada paruh kedua 1990-an. Ia bergabung dengan klub Catalan tersebut pada 1995 dan menghabiskan lima tahun di Camp Nou.
Selama periode tersebut, Figo menjadi bagian dari tim Barcelona yang bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Berdasarkan catatan resmi Barcelona, ia mencatatkan 249 penampilan dan mencetak 45 gol untuk klub.
Hubungan Figo dengan Barcelona berubah drastis pada musim panas 2000. Ia meninggalkan Camp Nou untuk bergabung dengan Real Madrid dalam transfer yang ketika itu bernilai sekitar 60 juta euro.
Kepindahan tersebut menjadi salah satu simbol paling kuat dalam rivalitas Barcelona dan Real Madrid. Figo sebelumnya merupakan figur penting bagi pendukung Barcelona, tetapi kemudian memilih memperkuat rival utama klub.
Transfer tersebut juga tidak terlepas dari keberhasilan Florentino Pérez dalam memenangkan pemilihan presiden Real Madrid. Salah satu janji utama Pérez dalam kampanyenya adalah mendatangkan Figo ke Santiago Bernabéu.
Kembalinya Luis Figo ke Camp Nou
Ketika Figo kembali ke Camp Nou dengan mengenakan seragam Real Madrid, pertandingan berlangsung dalam atmosfer yang sangat panas.
Berbagai benda dilemparkan dari tribun. Salah satu insiden yang paling dikenang hingga kini adalah pelemparan kepala babi ke arah Figo, yang kemudian menjadi bagian dari sejarah El Clásico.
Dalam wawancara dengan The Guardian pada 2022, Figo kembali membahas kepindahannya dari Barcelona serta dampak yang muncul setelah keputusan tersebut. Ia tetap mengakui besarnya arti lima tahun yang telah dijalaninya bersama klub Catalan itu.
Revolut Menghidupkan Kembali Kisah Transfer Luis Figo
Lebih dari 25 tahun setelah transfer tersebut, kisah Figo kembali mendapatkan panggung melalui kampanye Revolut pada 2026.
Dalam kampanye itu, Luis Figo menjadi tokoh utama dengan konsep “berpindah”. Keputusan sang pemain meninggalkan Barcelona pada 2000 dihubungkan dengan gagasan konsumen untuk meninggalkan bank lama dan beralih menggunakan layanan Revolut.
Revolut bahkan menggunakan angka sekitar 61 juta euro dalam materi kreatif kampanyenya. Angka tersebut menjadi referensi terhadap nilai transfer Figo ke Real Madrid dan mudah dikenali oleh publik sepak bola.
Strategi itu membuat peristiwa yang terjadi lebih dari dua dekade lalu kembali diperbincangkan.
Bagi Revolut, kisah Luis Figo menawarkan narasi pemasaran yang sederhana dan mudah dipahami. Perpindahan yang dahulu mengguncang sepak bola Spanyol digunakan sebagai metafora untuk mengajak konsumen melakukan perubahan dalam layanan finansial mereka.
Ketika Revolut Mendekati Barcelona
Hubungan antara Luis Figo dan Revolut menjadi lebih menarik ketika perusahaan finansial tersebut kemudian muncul dalam pembicaraan mengenai kerja sama komersial dengan Barcelona.
Menurut laporan Goal, Revolut termasuk perusahaan yang mengajukan proposal kepada Barcelona dalam konteks kemitraan finansial. Namun, proposal tersebut tidak berlanjut.
Situasi Itu Membuat Sejarah Luis Figo Kembali Relevan
Bagi Revolut, Figo merupakan bagian dari strategi pemasaran yang memberikan perusahaan sebuah cerita kuat. Sebaliknya, bagi Barcelona, nama Figo memiliki latar belakang yang berbeda karena kepindahannya ke Real Madrid pada 2000 masih melekat dalam sejarah rivalitas kedua klub.
Laporan Goal menyebut penggunaan Figo dalam kampanye Revolut sebagai salah satu pertimbangan yang ikut membuat Barcelona tidak meneruskan pembicaraan tersebut.
Meski demikian, informasi mengenai pertimbangan internal Barcelona perlu ditempatkan secara hati-hati. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari klub yang secara terbuka menyebut penggunaan Figo dalam kampanye Revolut sebagai satu-satunya atau alasan utama keputusan tersebut.
Dari Rivalitas Sepak Bola ke Bisnis Modern
Kisah ini menunjukkan bagaimana sebuah peristiwa dalam sepak bola dapat terus memiliki nilai komersial puluhan tahun setelah terjadi.
Figo memang sudah lama tidak bermain. Namun, namanya tetap memiliki daya tarik karena kariernya pernah bersinggungan langsung dengan salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola dunia.
Bagi Revolut, kontroversi transfer Figo dapat diolah menjadi cerita pemasaran. Sementara itu, bagi Barcelona, kisah yang sama memiliki dimensi emosional dan identitas yang lebih kompleks.
Ironi tersebut membuat perkembangan terbaru ini kembali menarik perhatian. Peristiwa yang bermula dari transfer seorang pemain pada 2000 kini muncul lagi dalam konteks bisnis pada 2026.
Lebih dari 25 tahun setelah meninggalkan Barcelona, Figo kembali berada dalam orbit klub tersebut. Bedanya, kali ini ia tidak datang dengan seragam sepak bola dan tidak menyentuh bola.
Namanya hadir melalui sebuah perusahaan finansial yang menjadikan kepindahannya ke Real Madrid sebagai bagian dari strategi pemasaran. Pada saat yang sama, perusahaan tersebut dilaporkan sempat menawarkan kerja sama kepada Barcelona.
Transfer Figo terjadi pada 2000, tetapi jejaknya ternyata masih muncul dalam cerita yang berkaitan dengan Camp Nou hingga 2026.** (tds)











