PenaKu.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Jumat (22/5/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 08.05 WIB. Episentrum berada di laut, sekitar 124 kilometer tenggara Kota Bitung, dengan kedalaman 26 kilometer.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, termasuk wilayah Manado dan sekitarnya. Meski begitu, hingga kini belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG mengungkapkan, hasil analisis awal sempat menunjukkan magnitudo gempa berada pada angka 6,1. Namun, setelah dilakukan pembaruan data dan analisis lanjutan, kekuatannya diperbarui menjadi magnitudo 5,8. Perubahan parameter gempa disebut sebagai hal yang lazim dalam proses analisis seismik. Gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Imbauan Kewaspadaan Kemungkinan Adanya Gempa Bumi Susulan
Otoritas juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui informasi terbaru, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa bulan terakhir tercatat cukup tinggi. BMKG Stasiun Geofisika Manado sebelumnya melaporkan ribuan aktivitas gempa terjadi di kawasan Sulawesi Utara dan sekitarnya sepanjang April 2026.
BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rawan gempa bumi.** (tds)











