Peristiwa

Pesawat Garuda Putar-putar di Langit India, Ada Apa?

×

Pesawat Garuda Putar-putar di Langit India, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Pesawat Garuda Putar-putar di Langit India, Ada Apa?
Pesawat Garuda Putar-putar di Langit India, Ada Apa? /Ilustrasi (pexels)

PenaKu.ID – Pesawat Garuda Indonesia rute Jeddah-Medan sempat mengalami penundaan saat melintasi wilayah udara India. Pesawat dilaporkan tertahan di udara selama beberapa jam sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Indonesia dan mendarat dengan aman di Bandara Kualanamu, Medan.

Informasi dihimpun dari sejumlah sumber seperti Aviation A27, insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah data pelacakan penerbangan memperlihatkan pesawat melakukan holding pattern atau pola putaran di udara dalam durasi cukup panjang di kawasan India bagian selatan.

Pesawat Garuda yang digunakan dalam penerbangan itu diketahui merupakan Airbus A330-900neo. Berdasarkan data penerbangan yang beredar, waktu tunggu di udara berlangsung lebih dari empat jam. Kondisi itu membuat total durasi perjalanan yang biasanya ditempuh sekitar delapan jam menjadi jauh lebih lama.

Situasi tersebut memicu beragam spekulasi di media sosial. Namun, sejumlah laporan aviasi internasional menyebut penundaan bukan dipicu gangguan teknis pada pesawat Garuda, melainkan akibat pembatasan ruang udara di wilayah tersebut.

Penyebab Pesawat Garuda Tertahan

Pemerintah India dikabarkan tengah melakukan penutupan sementara sebagian jalur penerbangan untuk kepentingan aktivitas militer dan pengujian rudal. Dampaknya, sejumlah penerbangan internasional harus menunggu izin melintas atau melakukan penyesuaian rute perjalanan.

Meski sempat tertahan cukup lama di udara, penerbangan Garuda Indonesia tetap berlangsung aman. Pesawat akhirnya memperoleh izin melanjutkan perjalanan dan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Kualanamu.

Pengamat penerbangan menilai keputusan pesawat bertahan di udara selama berjam-jam menunjukkan kesiapan perhitungan bahan bakar dari maskapai. Pasalnya, prosedur holding dalam waktu panjang membutuhkan cadangan avtur yang memadai demi memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai gangguan terhadap penumpang maupun kerusakan pada armada pesawat. Pihak maskapai juga memastikan seluruh operasional penerbangan tetap mengedepankan standar keselamatan sesuai prosedur internasional.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dinamika geopolitik dan aktivitas militer di sejumlah kawasan dunia masih berpotensi memengaruhi lalu lintas penerbangan internasional, termasuk penerbangan maskapai asal Indonesia.** (tds)