PenaKu.ID – International Energy Agency (IEA) baru saja mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi pasar energi global tahun 2026.
Akibat gangguan berkepanjangan di Timur Tengah, IEA melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap perkiraan permintaan dan pasokan minyak global, memicu kekhawatiran akan resesi energi.
Fenomena Krisis Energi 2026
IEA memprediksi permintaan minyak global akan turun sebesar 80.000 barel per hari, berbanding terbalik dengan perkiraan kenaikan bulan lalu.
Fenomena “demand destruction” atau penurunan permintaan permanen mulai menyebar karena konsumen tidak lagi mampu menjangkau harga minyak yang terus melonjak tinggi di pasaran.
Guncangan Krisis Energi 2026
Pasokan minyak diperkirakan turun 1,5 juta barel per hari tahun ini, menjadikannya guncangan pasokan paling parah sejak pandemi Covid-19.
Lonjakan harga pada Maret 2026 yang mencapai rekor bulanan tertinggi mencerminkan betapa rapuhnya ketahanan energi global saat ini akibat konflik geopolitik yang belum mereda.**










