PenaKu.ID – Presiden AS Donald Trump kembali memicu diskusi panas setelah mengkritik cara Iran mengelola arus minyak di Selat Hormuz.
Komentar ini muncul di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Israel dan Lebanon, yang secara tidak langsung menyeret pengaruh Iran di kawasan tersebut.
Donald Trump Klaim Pelanggaran Kesepakatan di Selat Hormuz
Trump menyatakan bahwa tindakan Iran saat ini tidak sejalan dengan perjanjian yang ada. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia, dan gangguan sekecil apa pun di sana dapat mengguncang harga minyak global.
Pernyataan Trump ini dipandang sebagai tekanan diplomatik agar Iran tidak memperkeruh suasana di Lebanon.
Dinamika Donald Trump dalam Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Sementara itu, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa belum ada gencatan senjata permanen meski serangan sedikit mereda untuk mendukung negosiasi.
Upaya pembersihan wilayah dari pengaruh Hizbullah tetap menjadi prioritas Israel. Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya mencapai perdamaian permanen jika kepentingan negara besar masih saling berbenturan.**









