Ragam

Rektor UMMI Sukabumi Dorong Pers Perkuat Tradisi Tabayyun sebagai Pilar Verifikasi di Era Post-Truth

×

Rektor UMMI Sukabumi Dorong Pers Perkuat Tradisi Tabayyun sebagai Pilar Verifikasi di Era Post-Truth

Sebarkan artikel ini
IMG 20260409 WA0022
Foto Istimewa: Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Dr Renny Sukmawami Saat Memberikan Sambutan di Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026di Kantor Sekretariat PWI ajakan Wartwan Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/6/2026).

PenaKu.ID – Di tengah riuh rendahnya arus informasi yang kerap mengaburkan batasan antara fakta dan opini, Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Dr. Renny Sukmawani, melontarkan seruan penting pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Beliau menegaskan bahwa pers bukan sekadar penyampai pesan, melainkan institusi “penjaga nalar” yang wajib menghidupkan kembali tradisi tabayyun sebagai antitesis terhadap kekacauan informasi di era post-truth.

Perspektif Tabayyun dan Tanggung Jawab Moral

Dalam sambutannya, Dr. Renny menyoroti bahwa aktivitas jurnalistik sejatinya selaras dengan prinsip teologis Tabayyun sebuah mekanisme verifikasi yang diamanatkan untuk mencegah distorsi informasi. Beliau mengutip urgensi Surat Al-Hujurat ayat 6 sebagai standar prosedur operasional bagi manusia dalam mengolah data sebelum didiseminasi ke publik.

“Pers adalah garda terdepan dalam memitigasi narasi hoaks yang kerap terbungkus secara persuasif. Di tangan para jurnalis, berita bukan sekadar dokumentasi peristiwa, melainkan instrumen untuk merawat nilai kemanusiaan dan martabat bangsa,” ujar Dr. Renny dalam sambutan dalam acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Kantor PWI Kabupaten Sukabumi Jalan Wartawan Kecamatan Cisaat, Kamis (9/4/2026).

Catatan Kritis bagi Ekosistem Digital

Sebagai representasi akademisi, Dr. Renny juga memberikan catatan kritis terhadap fenomena clickbait yang didikte oleh algoritma media sosial. Beliau mengimbau agar insan pers tidak mengorbankan kualitas substansi demi mengejar kecepatan semata. Menurutnya, edukasi mengenai kebijakan pembangunan daerah harus tetap menjadi prioritas utama dibandingkan konten-konten yang sekadar bersifat hiburan atau sensasional.

Apresiasi terhadap Integritas Jurnalis

Selain memberikan tinjauan teoretis, Rektor UMMI juga menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap dimensi kemanusiaan para pekerja media. Beliau mengakui bahwa di balik produk berita yang dikonsumsi masyarakat, terdapat dedikasi dan keberanian jurnalis yang sering kali bekerja di bawah tekanan serta risiko yang tinggi. Beliau berharap kesejahteraan jurnalis dapat terus meningkat seiring dengan besarnya tanggung jawab profesi yang diemban.

Sinergi Akademisi dan Pers: Laboratorium Gagasan

Menutup sambutannya, Dr. Renny menegaskan bahwa UMMI Sukabumi dan dunia pers memiliki visi yang konvergen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Akademisi berperan dalam memproduksi pengetahuan melalui riset, sementara pers berperan mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi kesadaran kritis di tengah masyarakat.

“Mari kita jadikan kemitraan antara perguruan tinggi dan media sebagai laboratorium gagasan untuk membangun Sukabumi yang lebih baik. Teruslah berintegritas, karena setiap goresan pena rekan-rekan adalah penentu arah sejarah bangsa ini,” pungkasnya.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *