PenaKu.ID – Banyak yang merasa berdosa saat ingin menjauh dari lingkungan negatif. Padahal, menjaga kesehatan mental dari gangguan orang-orang toksik adalah bentuk perlindungan diri yang dibenarkan.
Islam tidak memerintahkan kita untuk membiarkan diri dizalimi demi label “menjaga silaturahmi”.
Memutus Silaturahmi Antara Menjaga Hubungan dan Menjaga Waras
Silaturahim memang wajib, namun ada pengecualian jika hubungan tersebut justru membawa kemudaratan bagi agama maupun mental Anda.
Menjaga jarak atau setting boundaries bukan berarti memutus persaudaraan secara total, melainkan langkah preventif agar konflik tidak semakin meruncing dan merusak diri sendiri.
Cara Bijak Memutus Silaturahmi Pada Lingkungan Beracun tanpa Dendam
Jika Anda memutuskan untuk membatasi interaksi, lakukanlah dengan cara yang tetap santun. Cukup berinteraksi seperlunya dan hindari perdebatan yang tidak perlu.
Fokuslah pada pertumbuhan diri sendiri karena lingkungan yang sehat adalah kunci untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan produktif.**








