Ragam

Bukber Keluarga Besar PWI Kabupaten Sukabumi: Momentum Menata Mental dan Kejernihan Berpikir

×

Bukber Keluarga Besar PWI Kabupaten Sukabumi: Momentum Menata Mental dan Kejernihan Berpikir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260314 WA0064
Foto Istimewa: Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nurudin Zain Samsyi beserta Jajaran Saat Menggelar Buka Bersama di Kantor Sekretariat Komplek Gelanggan Jalan Wartawan Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (14/3/2026).

PenaKu.ID -Di bawah langit senja Cisaat yang mulai meredup, suasana di Komplek Gelanggang tepatnya jalan Wartawan tampak berbeda. Tidak ada deru ketik keyboard yang memburu tenggat, pun tak terdengar riuh debat soal diksi berita. Yang ada hanyalah aroma takjil yang menggoda dan gelak tawa yang pecah di Sekretariat PWI Kabupaten Sukabumi, Sabtu (14/3/2026).

Di hari ke-23 Ramadhan 1447 Hijriah ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi memilih untuk menanggalkan sejenak atribut pemburu berita demi sebuah esensi yang lebih fundamental dan Kebersamaan.

Refleksi di Balik Meja Redaksi

Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nurudin Zain Samsyi atau yang akrab disapa Bah Anom memandang pertemuan ini lebih dari sekadar ritual makan bersama. Baginya, ini adalah upaya “menjahit kembali” simpul-simpul persaudaraan yang mungkin sempat longgar akibat kesibukan di lapangan.

“Momentum puasa ini adalah refleksi bagi kita semua. Di tengah dinamika organisasi, kita butuh ruang untuk saling mengingatkan bahwa kebersamaan adalah fondasi utama. Bukber ini adalah sarana merajut kembali persatuan, terutama menjelang Idulfitri, di mana hati harus kembali bersih untuk saling memaafkan,” kata Bah Anom dengan nada yang tenang namun lugas.

Menjaga Kejernihan Pena melalui Kesehatan Mental

Nuansa spiritual Ramadhan kian kental saat Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag, memberikan pandangannya. Sebagai sosok senior, ia menekankan bahwa kualitas produk jurnalistik sangat bergantung pada kondisi batin sang jurnalis.

Wartawan, menurut Aam, adalah produsen informasi yang memengaruhi nalar publik. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental dan kejernihan berpikir menjadi kewajiban profesional sekaligus spiritual.

“Wartawan perlu menata mental agar mampu menulis dengan pikiran yang sehat. Ada korelasi kuat antara kualitas informasi yang diterima masyarakat dengan kesehatan mental mereka yang memproduksinya,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pertemuan semacam ini adalah nutrisi bagi kewarasan berpikir dan soliditas organisasi.” pungkasnya.

Sinergi dalam Hangatnya Silaturahmi

Acara yang berlangsung di Desa Sukmanah tersebut menjadi bukti bahwa di balik tajamnya kritik dan lugasnya berita yang dihasilkan jurnalis PWI Sukabumi, terdapat satu visi yang sama untuk tetap solid secara internal.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang santai, mempertegas pesan bahwa di rumah PWI, perbedaan media bukanlah sekat, melainkan warna yang memperkaya sinergi. Ramadhan kali ini bukan hanya soal menahan lapar, tapi tentang bagaimana para kuli tinta ini menjaga api persaudaraan agar tetap menyala.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *