Pemerintahan

Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK, Barang Bukti Uang Disita

×

Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK, Barang Bukti Uang Disita

Sebarkan artikel ini
Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK, Barang Bukti Uang Disita
Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK, Barang Bukti Uang Disita. /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada Jumat (13/3/2026). Penindakan ini menjadi salah satu operasi terbaru lembaga antirasuah yang menyasar kepala daerah di Indonesia.

Informasi dihimpun, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi tersebut. Ia menyatakan tim penindakan KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi yang berlangsung di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam operasi senyap tersebut, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan praktik suap atau gratifikasi. Informasi awal menyebutkan barang bukti berupa uang yang diduga terkait dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Selain Bupati Cilacap Sejumlah Pejabat Ikut Terjaring

Selain Bupati Cilacap, tim KPK turut mengamankan beberapa pihak lain yang diduga memiliki hubungan dengan perkara tersebut. Mereka terdiri dari unsur pejabat daerah hingga pihak swasta yang diduga terlibat dalam proses pengaturan proyek.

Saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.

Perkara ini diduga berkaitan dengan penerimaan sejumlah uang yang berhubungan dengan proyek pembangunan di lingkungan pemerintah daerah. Namun hingga kini penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak serta menelusuri aliran dana yang ditemukan dalam operasi tersebut.

Operasi tangkap tangan terhadap Bupati Cilacap ini menambah daftar penindakan KPK terhadap kepala daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemberantasan korupsi di tingkat pemerintahan daerah.

KPK menyatakan akan segera menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik setelah proses pemeriksaan awal terhadap para pihak yang diamankan selesai dilakukan.** (tds)