PenaKu.ID – Proses pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kini tengah menjadi sorotan.
Hal ini menyusul banyaknya aduan warga yang masuk ke meja Ronald A. Sinaga, atau yang akrab disapa Broron, politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya @brorondm, Broron menyoroti birokrasi yang dinilai berbelit-belit dan tidak transparan dalam layanan administrasi kependudukan di wilayah tersebut.
Kronologi Aduan Warga Kecamatan Cileungsi
Dalam video tersebut, Broron membacakan salah satu pesan dari warga yang mengaku merasa dipersulit saat hendak mengambil fisik KTP. Warga tersebut menjelaskan bahwa mereka sudah mengikuti prosedur, mulai dari perekaman foto hingga sidik jari. Namun, saat ingin mengambil hasilnya, pihak kecamatan justru meminta warga untuk melakukan pendaftaran ulang dari awal.
“Ini sungguh sangat lama dengan alasan yang gak masuk logika… sudah rekaman foto sidik jari, pas mau ambil KTP malah disuruh daftar ulang lagi. Antrean selalu penuh lewat online, antrean ghaib,” tulis warga dalam pesan yang dibagikan Bro Ron.
Broron Bandingkan Pengalaman Pribadi
Broron menyayangkan kondisi ini karena menurut pengalamannya sendiri, mengurus KTP seharusnya tidak memakan waktu lama. Ia menceritakan bahwa dirinya baru saja membantu mengurus KTP anaknya yang baru berusia 17 tahun di wilayah lain, dan prosesnya selesai dalam hitungan hari tanpa kendala berarti.
“Semuanya lancar, bawa surat pengantar dari RT, bawa ke kecamatan/kelurahan, kelar dalam satu jam foto sidik jari, habis itu terbit dua-tiga hari kemudian. Kenapa di Cileungsi malah dipersulit?” ungkapnya dengan nada heran.
Broron Sentil Bupati Bogor
Melihat banyaknya laporan serupa yang masuk, Broron secara terbuka meminta perhatian dari Bupati Bogor Rudy Susmanto, agar melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas di Kecamatan Cileungsi dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor.
“Saya colek sedikit ya sahabat saya Pak Bupati, Pak Rudy Kabupaten Bogor. Coba diperhatikan di Cileungsi ini, kenapa pengurusan KTP-nya dipersulit? Timnya coba dipantau,” tegas Broron.
Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi nyata agar warga tidak lagi merasa terbebani oleh urusan administrasi yang seharusnya menjadi hak dasar setiap penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapat banyak respon dari netizen yang mengaku mengalami hal serupa di berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.***
