PenaKu.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya lekat dengan nuansa merah, angpao, maupun pertunjukan barongsai. Di balik kemeriahan tersebut, terdapat tradisi lain yang tak kalah penting, yakni saling menyampaikan ucapan penuh makna sebagai simbol doa dan harapan menyambut tahun yang baru.
Imlek menandai pergantian tahun berdasarkan kalender lunar dan dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia. Momen ini kerap dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga, memperkuat silaturahmi, serta menyampaikan harapan akan kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan di tahun yang akan dijalani.
Dalam budaya Tionghoa, ucapan Imlek bukan sekadar rangkaian kata tanpa arti. Setiap ungkapan mengandung makna simbolis yang mendalam dan mencerminkan nilai-nilai kehidupan. Salah satu ucapan yang paling umum digunakan adalah “Xin Nian Kuai Le” yang berarti selamat tahun baru. Ucapan ini bersifat universal dan dapat disampaikan kepada siapa saja tanpa memandang usia maupun status.
Selain itu, terdapat ungkapan “Gong Xi Fa Cai” yang kerap dikaitkan dengan doa kemakmuran dan kelancaran rezeki. Ucapan ini lazim disampaikan saat bertukar angpao atau ketika berkunjung ke rumah sanak keluarga, kerabat, hingga kolega. Ada pula ucapan “Wan Shi Ru Yi” yang mengandung harapan agar segala urusan berjalan sesuai dengan keinginan.
Ucapan Imlek Miliki Makna Doa
Tradisi menyampaikan ucapan Imlek berakar kuat pada nilai keharmonisan, rasa hormat, dan optimisme yang dijunjung tinggi dalam budaya Tionghoa. Kata-kata positif diyakini membawa energi baik sekaligus menjadi simbol awal yang baik dalam memulai tahun yang baru.
Di Indonesia, tradisi ini berkembang seiring dengan keberagaman budaya. Ucapan Imlek tidak hanya disampaikan dalam bahasa Mandarin, tetapi juga dalam bahasa Indonesia. Ungkapan seperti “Selamat Tahun Baru Imlek, semoga membawa kesehatan dan kebahagiaan” kerap digunakan, terutama dalam konteks masyarakat yang majemuk.
Perkembangan teknologi turut memengaruhi cara masyarakat menyampaikan ucapan Imlek. Jika dahulu ucapan disampaikan secara langsung atau melalui kartu ucapan, kini pesan digital dan media sosial menjadi sarana utama untuk berbagi doa dan harapan pada momen pergantian tahun tersebut.
Meski medium penyampaiannya terus berubah, esensi ucapan Imlek tetap terjaga. Tradisi ini masih dimaknai sebagai bentuk doa dan harapan akan kebaikan di tahun yang baru, sekaligus menjadi pengingat bahwa Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan saling menghargai.** (tds)
