PenaKu.ID – Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan perpanjangan jeda serangan militer terhadap situs energi Iran selama 10 hari ke depan hingga Senin, 6 April 2026.
Keputusan ini diambil menyusul adanya permintaan dari pemerintah Iran di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung. Presiden AS itu menyatakan bahwa pembicaraan antara kedua negara sejauh ini berjalan dengan sangat baik.
Trump Fokus pada Proposal Perdamaian 15 Poin
Utusan khusus Steve Witkoff mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan draf perdamaian berisi 15 poin kepada Teheran.
Meskipun demikian, suasana tetap tegang karena Trump memberikan peringatan keras bahwa AS akan menjadi “mimpi buruk terburuk” jika Iran menolak rencana tersebut. Fokus utama AS adalah memastikan kestabilan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia.
Jeda Trump dan Dampak Langsung Terhadap Harga Minyak Dunia
Pengumuman jeda serangan ini langsung direspon oleh pasar komoditas global. Harga minyak yang sempat melonjak pada hari sebelumnya segera mengalami penurunan setelah pernyataan Presiden AS dirilis di media sosial Truth Social.
Meski ada harapan perdamaian, situasi di lapangan masih fluktuatif karena serangan di wilayah sekitar Israel, Lebanon, dan Abu Dhabi masih dilaporkan terus berlanjut.**
