PenaKu.ID – Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, merilis data memilukan melalui platform X terkait jumlah korban perang.
Dilaporkan sebanyak 200 anak di bawah usia 18 tahun tewas, termasuk seorang bayi yang baru berusia delapan bulan. Hingga kini, angka total korban jiwa secara keseluruhan masih belum dapat dipastikan secara final.
Krisis Layanan Kesehatan di Tengah Perang Iran
Selain korban jiwa, lebih dari 2.000 orang terluka kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sektor kesehatan mengalami tekanan hebat setelah delapan tenaga medis gugur dan 11 rumah sakit dilaporkan terkena hantaman rudal, yang memperparah krisis bantuan medis di lapangan.
Penyangkalan dan Pembatasan Akses Informasi di Iran
Di sisi lain, pejabat AS dan Israel berdalih bahwa serangan mereka hanya menargetkan aset militer dengan tingkat presisi tinggi.
Namun, kebenaran di lapangan sulit divalidasi secara independen karena pemerintah Iran sangat membatasi pemberian visa bagi jurnalis internasional.**











