PenaKu.ID – Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina kembali mencapai titik didih yang memilukan. Pada Sabtu pagi, 26 April 2026, dunia dikejutkan dengan laporan serangan udara besar-besaran yang diluncurkan pasukan Rusia ke berbagai wilayah Ukraina.
Kota Dnipro menjadi titik paling terdampak, di mana sebuah gedung apartemen hancur lebur akibat hantaman rudal, menyisakan puing-puing dan duka mendalam bagi warga sipil.
Dnipro Membara dan Operasi Penyelamatan dalam Serangan Udara Masif Rusia
Laporan terbaru mengonfirmasi setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan yang berlangsung hampir sepanjang malam tersebut. Di Dnipro sendiri, lima nyawa melayang sementara petugas penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa taktik Rusia tetap konsisten: menargetkan infrastruktur sipil, mulai dari perumahan hingga fasilitas energi di kota-kota besar seperti Chernihiv, Odesa, dan Kharkiv.
Balasan Drone Ukraina pada Serangan Udara Masif Rusia
Di sisi lain, Ukraina tidak tinggal diam dengan meluncurkan serangan drone jarak jauh hingga 1.600 km ke wilayah Rusia, termasuk Yekaterinburg dan Chelyabinsk. Ketegangan ini bahkan menyeret perhatian NATO setelah jet tempur Inggris dikerahkan dari Rumania untuk memantau pergerakan drone Rusia di dekat perbatasan.
Sementara itu, kedaulatan wilayah mulai bergeser di utara setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menguasai desa Bochkove di wilayah Kharkiv pada Sabtu pagi ini.**
