PenaKu.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Israel mengonfirmasi tewasnya Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib.
Kematian Khatib terjadi dalam sebuah serangan semalam, menyusul tewasnya pejabat keamanan tinggi Ali Larijani pada hari sebelumnya. Hingga saat ini, pihak Teheran masih memilih untuk bungkam terkait kehilangan dua sosok kunci di jajaran pemerintahan mereka tersebut.
Beirut dan Tel Aviv dalam Pusaran Konflik Timur Tengah
Tak hanya menyasar Iran, Israel juga meluncurkan serangkaian serangan udara ke pusat kota Beirut, Lebanon. Salah satu ledakan dilaporkan meratakan gedung di area bisnis dan perhotelan, yang bukan merupakan basis tradisional Hizbullah.
Sebagai balasan, Iran dan kelompok milisi sekutunya meluncurkan serangan balik ke berbagai wilayah, termasuk Tel Aviv, Dubai, hingga Bahrain, yang memicu kepanikan massal di wilayah Teluk.
Blokade Energi dan Penggunaan Bom Bunker Buster Timur Tengah
Ketegangan ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global setelah militer AS menggunakan bom “deep penetrator” untuk menghancurkan situs rudal Iran di Selat Hormuz.
Jalur vital transportasi minyak ini kini efektif terblokir sejak perang dimulai. Di dalam negeri Iran sendiri, warga hidup dalam kecemasan total, merasa bahwa setiap kali mereka meninggalkan rumah, mereka sedang mempertaruhkan nyawa di tengah situasi yang kian tidak menentu.**
