PenaKu.ID – Situasi keamanan di Timur Tengah kembali berada di titik nadir setelah militer Israel mengklaim telah berhasil menewaskan Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, dalam sebuah serangan udara strategis.
Kabar ini memicu ketegangan global pada Selasa, 17 Maret 2026. Hingga saat ini, pihak Teheran masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai status Larijani, namun media pemerintah Iran menyatakan akan segera merilis informasi terbaru terkait kondisi sang pejabat tinggi tersebut.
Serangan Drone di Baghdad dan Penutupan Wilayah Udara UAE Timur Tengah
Eskalasi konflik tidak hanya terbatas pada klaim kematian Larijani. Serangan drone dan roket juga dilaporkan menyasar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, yang menandai serangan besar kedua dalam perang ini.
Sementara itu, Uni Emirat Arab sempat menutup wilayah udaranya secara singkat akibat ancaman rudal dari Iran. Ketidakpastian ini memaksa maskapai besar seperti British Airways untuk menangguhkan seluruh penerbangan ke Timur Tengah hingga akhir Mei mendatang.
Tekanan Internasional dan Ancaman Krisis di Selat Hormuz Timur Tengah
Di tengah kekacauan ini, Donald Trump terus mendesak sekutu NATO untuk memperketat penjagaan di Selat Hormuz sebagai rute vital pengiriman minyak dunia.
Di sisi lain, para pemimpin negara besar seperti Inggris, Kanada, dan Prancis mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan dampak kemanusiaan yang menghancurkan jika Israel melanjutkan invasi darat ke Lebanon.
Dunia kini waspada terhadap potensi perang terbuka yang bisa melumpuhkan stabilitas ekonomi dan keamanan global secara permanen.**
