Ragam

Telegram Down, Apa yang Terjadi?

×

Telegram Down, Apa yang Terjadi?

Sebarkan artikel ini
Telegram Down, Apa yang Terjadi?
Telegram Down, Apa yang Terjadi? /Ilustrasi (foto: istimewa)

PenaKu.ID – Layanan pesan instan Telegram mengalami gangguan pada Selasa (8/9/2026) pagi. Ribuan pengguna melaporkan kesulitan mengakses aplikasi, mengirim pesan, hingga masuk ke akun. Lonjakan laporan paling signifikan terpantau terjadi di Singapura.

Informasi dihimpun dari sejumlah sumber seperti Downdetector, The Straits Times melaporkan jumlah keluhan mulai meningkat sekitar pukul 10.20 waktu Singapura. Tak lama kemudian, laporan gangguan melonjak hingga hampir 4.000 setelah pukul 10.30.

Jumlah laporan tersebut kemudian menurun secara bertahap. Sekitar pukul 11.30 waktu Singapura, Downdetector mencatat laporan yang masuk berada di kisaran 350.

Penurunan tersebut menjadi indikasi bahwa layanan perpesanan tersebut mulai berangsur pulih setelah mengalami gangguan pada pagi hari.

Gangguan Telegram Terjadi pada Aplikasi dan Pesan

Berdasarkan data Downdetector, kendala yang dilaporkan pengguna tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap aplikasi Telegram.

Sekitar separuh laporan menyebut adanya masalah pada aplikasi. Sementara itu, sekitar 40 persen laporan berkaitan dengan fungsi pengiriman pesan dan sekitar 5 persen lainnya menyangkut kesulitan untuk login.

Perlu dicatat, angka tersebut merupakan laporan yang dihimpun Downdetector dari pengguna dan bukan data resmi yang dikeluarkan Telegram. Downdetector mendeteksi kemungkinan gangguan berdasarkan peningkatan jumlah laporan dibandingkan tingkat normal pada periode yang sama.

Laporan The Star yang mengutip Reuters juga menyebutkan bahwa laporan gangguan aplikasi perpesanan tersebut di Singapura sempat mendekati angka 4.000 pada titik tertingginya.

Belum Ada Bukti Telegram Down Secara Global

Munculnya laporan gangguan dari sejumlah negara belum cukup untuk menyimpulkan bahwa aplikasi perpesanan tersebut mengalami pemadaman secara global.

Di Indonesia, misalnya, pemantauan Downdetector tidak menunjukkan adanya gangguan luas pada saat informasi ini diperbarui. Meski demikian, masih terdapat sejumlah laporan pengguna mengenai kendala pada layanan aplikasi perpesanan tersebut.

Pemantauan dari layanan independen lainnya juga menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah masih dapat terhubung dengan infrastruktur aplikasi perpesanan tersebut.

RealUptime, misalnya, mencatat koneksi ke Telegram masih dapat dijangkau dari sejumlah wilayah, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Inggris, Australia, dan Asia Tenggara.

Namun, RealUptime menyatakan salah satu titik pengujian di kawasan Asia-Pasifik tidak dapat diverifikasi. Karena itu, data tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa seluruh wilayah berada dalam kondisi normal.

Penyebab Telegram Mengalami Gangguan Belum Diketahui

Hingga informasi ini diperbarui, aplikasi perpesanan tersebut belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan yang terjadi.

Dengan demikian, informasi yang mengaitkan gangguan tersebut dengan peretasan, serangan siber, maupun kerusakan pada infrastruktur tertentu belum dapat dipastikan kebenarannya.

Sejumlah pengguna di komunitas daring memang melaporkan mengalami kendala serupa di berbagai wilayah. Namun, laporan pengguna secara individual tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan penyebab ataupun cakupan gangguan.

Sementara itu, kanal Telegram Info English yang bukan merupakan kanal resmi Telegram menyebut adanya indikasi masalah pada DC5. Pusat data tersebut disebut melayani pengguna di kawasan Asia, Oseania, dan Australia.

Kanal tersebut kemudian menyatakan bahwa masalah tampaknya telah diperbaiki. Kendati demikian, informasi mengenai DC5 masih berasal dari pihak ketiga dan belum dikonfirmasi Telegram sebagai penyebab resmi gangguan.

Layanan Telegram mulai berangsur pulih

Penurunan laporan gangguan di Downdetector, dari hampir 4.000 menjadi sekitar 350, menunjukkan bahwa layanan mulai kembali normal, terutama di Singapura.

Meski demikian, pengalaman setiap pengguna dapat berbeda, bergantung pada lokasi, jaringan internet, operator, serta fitur aplikasi perpesanan tersebut yang digunakan.

Karena itu, pengguna yang masih mengalami kendala sebaiknya tidak langsung menganggap bahwa seluruh layanan aplikasi perpesanan tersebut sedang mengalami pemadaman.

Hingga pembaruan terakhir, informasi yang dapat dipastikan adalah Telegram mengalami gangguan yang berdampak signifikan terhadap pengguna di Singapura pada Selasa pagi. Namun, belum terdapat bukti kuat yang menunjukkan Telegram mengalami gangguan secara global.

Telegram juga belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan tersebut.** (tds)