PenaKu.ID – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Anak Muda Kawal Anggaran (A-NAKAWAN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dari pantauan PenaKu.ID di lokasi, Aksi ini merupakan bentuk protes atas lemahnya tata kelola keuangan dan pengelolaan aset daerah dilingkungan Pemkot Sukabumi.
Koordinator aksi, Audian, menyatakan bahwa BPKPD Kota Sukabumi dinilai gagal menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Barang Milik Daerah (BMD).
“Banyak persoalan yang hingga hari ini belum dibuka secara transparan kepada publik. Mulai dari realisasi PAD, inventarisasi aset, hingga pengelolaan piutang pajak daerah yang masih buram,” kata Audian kepada wartawan di sela-sela aksi.
Peringatan kepada BPKPD Kota Sukabumi
A-NAKAWAN menyoroti adanya dugaan krisis tata kelola yang serius. Mereka mempertanyakan transparansi data PAD tahun anggaran 2024 dan 2025 serta kejelasan status aset BMD, baik berupa lahan, bangunan, maupun barang bergerak lainnya.
“Kami menuntut klarifikasi terkait dugaan penjualan atau penghilangan aset daerah yang disinyalir menabrak mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Selain masalah aset, massa juga menyoroti potensi piutang pajak daerah yang mencapai angka Rp17 miliar. Audian mendesak BPKPD untuk segera mempublikasikan data utang-piutang tersebut dan membangun sistem informasi yang terintegrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar publik bisa ikut mengawasi.
A-NAKAWAN memberikan peringatan keras dengan tenggat waktu 2×24 jam kepada pihak BPKPD Kota Sukabumi untuk memberikan jawaban resmi.
“Jika dalam waktu dua hari tidak ada respons jelas, kami pastikan akan menggelar aksi jilid dua dengan massa yang lebih besar,” tegas Audian.
Meski sempat memanas, unjuk rasa berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, pihak BPKPD Kota Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.**
