PenaKu.ID – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Raya Al-Muttaqin Setukpa Lemdiklat Polri, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, pada Rabu pagi (27/5/2026).
Ratusan jemaah, yang terdiri dari personel Polri, warga sekitar, serta siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 Desaka Dhira Pradhipa berkumpul bersama untuk melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Dalam pelaksanaan shalat Id tahun ini, bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Ashullah, S.Ag., dengan didampingi oleh Ustadz Syarifudin, S.Pd.I., M.Pd.M., yang bertugas sebagai Muraqqi.
Khotbah Idul Adha: Meneladani Kepemimpinan Nabi Ibrahim AS
Setelah pelaksanaan shalat, jemaah menyimak khotbah kedisplinan dan kepemimpinan yang disampaikan oleh Dr. Wahdan Sanur, S.Sos.I M.M. Dalam pemaparannya, Dr. Wahdan mengajak jemaah untuk merefleksikan kisah Nabi Ibrahim AS, bukan hanya sebagai simbol pengorbanan, melainkan sebagai cetak biru (blueprint) kepemimpinan yang ideal di era modern.
Ada beberapa poin penting mengenai karakter kepemimpinan Nabi Ibrahim AS yang digarisbawahi oleh Khotib:
Pemimpin yang Visioner: Saat membangun Ka’bah (Baitullah), Nabi Ibrahim tidak mendedikasikannya untuk nama pribadi, melainkan untuk kepentingan umat masa depan. Hal ini mencerminkan visi jangka panjang yang melampaui masa kepemimpinannya sendiri.
Kompetensi yang Seimbang: Proses pencarian Tuhan yang dilakukan Nabi Ibrahim menunjukkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang tinggi. Beliau mampu menggunakan logika dan strategi yang matang, namun tetap menjunjung tinggi etika.

Kepemimpinan yang Komunikatif:
Saat menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ibrahim tetap membuka ruang dialog yang demokratis dengan Nabi Ismail AS tanpa memaksakan kehendak.
Sistemik (Systematic Leadership): Sebagai bapak para rasul, Nabi Ibrahim berhasil meletakkan fondasi kebenaran dan kesalehan yang berkelanjutan demi melahirkan generasi penerus yang tangguh.
“Saat ini, kita sering menemukan ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan yang tidak segera diselesaikan karena putusnya jalur komunikasi. Hal itu memicu kepatuhan yang hanya berlandaskan rasa takut. Kita perlu meneladani Nabi Ibrahim yang komunikatif,” tegas Dr. Wahdan dalam khotbahnya.
Informasi Perolehan Hewan Qurban
Dr. Wardan juga menyampaikan selain pelaksanaan ibadah shalat idul adha, panitia Idul Qurban Setukpa Lemdiklat Polri bersama Siswa SIP Angkatan 55 mengumumkan laporan perolehan hewan qurban untuk tahun ini. Hingga hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 18 ekor sapi dan 47 ekor kambing berhasil dihimpun dari para mudhohi (pekurban).
“Seluruh hewan qurban yang telah terkumpul ini nantinya akan disembelih secara berkala oleh panitia, untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima serta lingkungan sekitar Setukpa Lemdiklat Polri, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian Polri kepada masyarakat.” pungkasnya.
***





