Pendidikan

SDN Cianten 1 Kabupaten Bogor Kebagian Bantuan Rp1,5 M

SDN Cianten 1 Kabupaten Bogor Kebagian Bantuan Rp1,5 M
SDN Cianten 1 Kabupaten Bogor Kebagian Bantuan Rp1,5 M

PenaKu.ID – SDN Cianten 1 yang berada di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapatkan bantuan revitalisasi pendidikan senilai Rp1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas, serta sejumlah fasilitas penunjang lain seperti ruang guru.

Sekolah dasar ini terletak jauh dari pusat perkotaan dan berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Lingkungan sekolah dikelilingi kawasan hutan dan perkebunan teh milik PTPN. SDN Cianten 1 berada di jalur Sukabumi–Bogor, wilayah Gunung Halimun, dengan mayoritas warga sekitar berprofesi sebagai petani dan pemetik teh.

Saat ini, SDN Cianten 1 memiliki total 367 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Meski berada di wilayah terpencil, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Kepala SDN Cianten 1, Surahman, menilai para siswanya tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh karena dibesarkan di lingkungan alam yang masih asri dan terbiasa berjalan kaki dalam keseharian.

“Anak-anak di sini termasuk anak-anak yang kuat. Mereka hidup di lingkungan alami, jauh dari polusi, dan ke mana-mana terbiasa berjalan kaki,” ujar Surahman kepada media, Kamis (12/12/25).

Ia menambahkan, semangat belajar para siswa tetap tinggi meski sekolah berada jauh dari keramaian. Kondisi geografis, menurutnya, tidak menjadi penghalang bagi murid-murid SDN Cianten 1 untuk mengikuti pelajaran.

“Semangat belajar mereka sangat tinggi. Walaupun jauh dari pusat kota, itu bukan kendala bagi anak-anak untuk tetap belajar,” katanya.

SDN Cianten 1 Sudah Lama Menanti

Surahman mengaku bantuan revitalisasi tersebut merupakan hal yang telah lama ia nantikan. Ia berharap peningkatan fasilitas sekolah dapat berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar.

“Saya sempat berpikir sekolah kami tidak mungkin mendapatkan bantuan karena lokasinya yang sangat jauh. Namun ternyata pemerintah memiliki pertimbangan lain. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah atas bantuan tersebut. Menurutnya, tidak semua sekolah mendapatkan program revitalisasi pembangunan.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah. Bantuan ini sangat berharga bagi kami. Semoga bisa menjadi penyemangat bagi siswa untuk berprestasi di masa depan,” tambahnya.

Dalam kesehariannya, Surahman harus menempuh perjalanan lebih dari 1,5 jam dari rumah menuju sekolah. Perjalanan itu ia jalani setiap hari, kecuali saat menghadiri rapat di pemerintah daerah atau dalam kondisi sakit.

Sementara itu, proses pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi bangunan saat ini berjalan lancar. Kendati demikian, Surahman mengakui adanya kendala berupa keterbatasan material bangunan serta kenaikan harga bahan.

“Pengawas dan konsultan rutin melakukan kontrol ke lokasi tiga hingga empat kali dalam seminggu. Kami berharap pembangunan ini bisa selesai sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.**

Exit mobile version