PenaKu.ID – Geliat olahraga bela diri di Kota Mochi kian membara. Gedung Olahraga (GOR) Merdeka Kota Sukabumi menjadi saksi bisu kemegahan ajang Taekwondo Sukabumi Challenge 2: KONI Cup 2026 yang resmi digelar pada Minggu, (24/5/2026).
Turnamen bergengsi ini berhasil menyedot perhatian dengan partisipasi ratusan atlet muda potensial dari tiga wilayah, yakni Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kejuaraan ini mengusung misi besar, yaitu pendidikan karakter dan pembentukan mental juara.
“Karakter seorang Taekwondoin, baik di kancah nasional maupun internasional, harus kuat, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap seni bela diri Indonesia. Melalui ajang ini, kita benahi dan tumbuhkan bakat-bakat muda yang memiliki mental juara,” ujar Bobby saat di wawancara awak media, Minggu (24/5/2026).
Lebih lanjut Bobby Maulana berharap untuk para juara dari ajang ini tidak akan berhenti di sini. Mereka akan diproyeksikan untuk mengisi skuad resmi daerah dalam menghadapi ajang yang lebih tinggi.
“Minat dan bakat mereka akan kita salurkan ke kejuaraan resmi seperti POPDA, PORDA, hingga KEJURDA. Harapannya, mereka bisa menembus jenjang provinsi, nasional, bahkan internasional,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sukabumi Challenge, Dipas Gumelar, mengaku takjub dengan animo luar biasa dari para peserta. Menurutnya, ini adalah salah satu kejuaraan dengan partisipasi terbesar yang pernah ada di Sukabumi.
“Ada 406 atlet yang bertanding, ini luar biasa dan mungkin salah satu yang terbesar. Saya menitipkan pesan kepada panitia dan tim juri untuk menjaga jalannya pertandingan agar tetap berkualitas, adil, dan menjunjung tinggi fair play,” ungkap Dipas.
Dipas juga menegaskan bahwa dengan keterbatasan anggaran dari pemerintah tidak boleh menjadi penghalang untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas dunia. Melalui kejuaraan mandiri dan kompetitif seperti Sukabumi Challenge 2 inilah, jalan bagi para atlet menuju panggung internasional tetap terbuka lebar.
“Ya, Sukabumi Challenge 2 kali ini terbilang istimewa karena membuka ruang kompetisi yang sangat luas, mulai dari usia dini hingga dewasa. Tercatat, peserta termuda menginjak usia 5 tahun (tingkat TK) hingga kategori senior berusia 25 tahun. Kompetisi ini dibagi menjadi beberapa kategori berjenjang diantaranya :
- Super Cadet: Tingkat TK
- Pra-Cadet: Tingkat SD
- Cadet: Tingkat SMP
- Junior: Tingkat SMA
- Senior: Tingkat Perguruan Tinggi/Umum
Dipas menyebut tidak kurang dari 406 atlet yang berasal dari 10 unit latihan di Sukabumi Raya dan Cianjur turun bertanding. Mereka terbagi dalam dua kategori utama, yaitu kelas Kyorugi (tarung sparring dengan pelindung lengkap) dan kelas Poomsae (seni bela diri). Tingkatan sabuk yang dipertandingkan pun beragam, mulai dari kelas pemula (sabuk kuning hingga hijau strip) hingga kelas prestasi (hijau strip hingga sabuk hitam/Dan).
“Saya tegaskan bahwa keterbatasan anggaran dari pemerintah tidak boleh menjadi penghalang untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas dunia. Melalui kejuaraan mandiri dan kompetitif seperti Sukabumi Challenge 2 inilah, jalan bagi para atlet menuju panggung internasional tetap terbuka lebar,” pungkasnya.
Pihak panitia dan sponsor telah menyiapkan apresiasi yang luar biasa bagi para pemenang. Selain Trofi Juara Umum Prestasi dan Juara Umum Pemula, terpilih pula Atlet Terbaik yang berhak mendapatkan bonus besar dukungan dari KONI dan Bank BJB. Bonus tersebut berupa dana pembinaan serta perlengkapan pertandingan premium seperti head guard, pelindung kaki, hingga dobok (seragam Taekwondo).
***






