Ragam

Ratusan Orang Hadiri Bedah Buku Isu Ijazah Gibran dan Jokowi

Ratusan Orang Hadiri Bedah Buku Isu Ijazah Gibran dan Jokowi
Ratusan Orang Hadiri Bedah Buku Isu Ijazah Gibran dan Jokowi

PenaKu.ID – Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Aksi Umat Melawan (GAUM-K) bersama sekitar 50 organisasi masyarakat, haroqah, dan komunitas lainnya menggelar kegiatan bedah buku di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/1/26) sore.

Bedah buku yang dibahas yakni karya Dr. Rismon Sianipar berjudul Gibran End Game, Wapres Tak Lulus SMA serta buku karya M. Rizal Fadillah, S.H., berjudul Publik Yakin Ijazah Jokowi Palsu. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Anton Minardi, Dr. Ir. Memet Hakim, Dindin S. Maolani, S.H., dan Radhar Tribaskoro, S.E., M.Si.

Selain pemaparan dari para narasumber, diskusi bedah buku juga melibatkan peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan akademisi, termasuk dosen dari sejumlah perguruan tinggi ternama.

Penulis buku Gibran End Game, Rismon Sianipar, menyatakan bahwa bukunya disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara mendalam, termasuk penelusuran hingga ke Australia.

“Buku ini disusun melalui penelitian, wawancara, kajian kurikulum, analisis silabus, hingga struktur capaian pembelajaran,” ujar Rismon dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, penulisan buku tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada publik terkait hasil penelitiannya.

“Buku Gibran End Game ini ditulis dengan motivasi untuk menyebarkan informasi bahwa ayah dari Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, berdasarkan penelitian saya, tidak pernah menuntaskan pendidikan SMA atau sederajat, baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.

Rismon juga mengakui adanya risiko dalam menulis buku dengan tema sensitif tersebut. Meski demikian, ia menilai upaya mencerdaskan masyarakat tetap menjadi hal utama.

“Kami menyadari ada risiko, baik secara politik maupun lainnya. Namun, mencerdaskan anak bangsa adalah hal yang penting,” ujarnya.

Sementara itu, penulis buku Publik Yakin Ijazah Jokowi Palsu, M. Rizal Fadillah, S.H., menyebut buku tersebut disusun berdasarkan hasil penelitian berbasis polling dan pengumpulan data dari masyarakat.

“Penulisan buku ini menggunakan pendekatan polling dan big data. Kami melakukan investigasi langsung ke masyarakat untuk mengetahui pandangan publik terkait ijazah Presiden Jokowi. Kesimpulannya, publik menyatakan keyakinannya,” jelas Rizal usai acara.

Intisari Bedah Buku

Guru Besar Universitas Pasundan (Unpas), Prof. Anton Minardi, menilai kedua buku tersebut telah memenuhi unsur karya ilmiah karena menggunakan metode penelitian investigatif. Namun, ia menyarankan agar para penulis memperkuat rujukan ilmiah guna meningkatkan kepercayaan pembaca.

“Buku ini menggunakan metode investigative research method sehingga dapat dikategorikan sebagai karya ilmiah. Saya menyarankan agar dasar-dasar ilmiahnya disampaikan lebih rinci agar semakin meyakinkan pembaca,” katanya.

Di sisi lain, Syafril Sjofyan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat umum, tetapi juga diikuti oleh guru besar, pensiunan jenderal TNI, ulama, serta advokat.

Ia mengungkapkan, diskusi bedah buku ini akan ditindaklanjuti dengan langkah lanjutan berupa tekanan publik yang direncanakan pada awal Januari 2026, termasuk rencana penyampaian aspirasi ke DPR RI, MPR RI, dan Mahkamah Konstitusi.

“Dalam kegiatan yang melibatkan sekitar 50 organisasi ini, hadir profesor, purnawirawan TNI, ulama, dan advokat. Setelah diskusi ini, akan ada tindak lanjut berupa public pressure. Pada awal 2026, kami berencana mendatangi DPR, MPR, maupun MK,” ujarnya.**

Exit mobile version