Ekonomi

Penurunan Drastis Harga Minyak Global

×

Penurunan Drastis Harga Minyak Global

Sebarkan artikel ini
Penurunan Drastis Harga Minyak Global
Penurunan Drastis Harga Minyak Global/(ilustrasi/@pixabay)

PenaKu.ID – Pasar minyak global kembali mengalami gejolak signifikan.

Pada perdagangan Jumat (4/4/2025), harga patokan global minyak Brent turun menjadi $65,58 per barel, turun 6,5% sehingga mencapai level terendah sejak Agustus 2021.

Sementara itu, harga minyak WTI mencatat penurunan 7,4% hingga $61,99 per barel, level terendah sejak April 2021.

Penurunan harga minyak global ini merupakan dampak dari serangkaian peristiwa besar yang mengguncang pasar energi dunia.

Tekanan hebat terhadap harga minyak global tidak datang dari satu faktor saja. Tiga “badai” besar secara bersamaan mengguncang pasar, yakni tarif tinggi dari Presiden Amerika Serikat, kebijakan tarif balasan dari China, serta keputusan penting yang diambil oleh OPEC.

Ketiga faktor ini berkontribusi dalam penurunan harga minyak secara drastis, di mana dalam dua hari, harga Brent ambruk sebesar 12,5% dan WTI turun hampir 14%.

Dampak Tarif AS dan Balasan China pada Harga Minyak Global

Peningkatan tarif oleh Presiden Donald Trump dalam satu abad terakhir memberikan tekanan langsung pada harga minyak.

Langkah ini diikuti dengan balasan tarif dari China, importir minyak terbesar di dunia, yang memberlakukan tarif tambahan sebesar 34% pada barang-barang dari AS mulai 10 April.

Situasi ini semakin memperburuk perang dagang antara kedua negara dan menimbulkan kekhawatiran akan resesi global yang kian mendekat.

Harga Minyak Global dan Reaksi Pasar Internasional

Keputusan yang diambil oleh OPEC juga turut memainkan peran penting. Kebijakan yang diambil oleh organisasi tersebut berimbas pada penurunan harga minyak secara signifikan.

Selain itu, komoditas lain seperti gas alam, kedelai, dan emas juga ikut terdampak.

Penurunan harga minyak yang ekstrem dalam pekan ini, di mana Brent turun 10,9% dan WTI 10,6%, mengindikasikan adanya tekanan besar di pasar global yang menimbulkan ketidakpastian ekonomi bagi banyak negara.

Investor pun mulai menilai ulang strategi mereka, mengingat penurunan harga minyak yang belum pernah terjadi dalam periode yang begitu singkat.

Bank investasi besar seperti JPMorgan memperkirakan peluang resesi global mencapai 60% pada akhir tahun, meningkat tajam dari prediksi sebelumnya.

Kondisi ini memaksa para pelaku pasar untuk bersiap menghadapi kemungkinan dampak ekonomi yang lebih luas. **

Ikuti Kami di Google News