PenaKu.ID – Menanggapi insiden terperosoknya satu unit bus pada lubang bekas galian proyek pembangunan jaringan saluran air Perumda, Direktur Utama PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, H. M. Kamaludin Zen. S.H., M.M, Tenaga Ahli Humas dan Hukukn menyampaikan keprihatinan mendalam serta komitmen penuh dalam penanganan dampak kejadian tersebut.
Insiden yang terjadi sebuah bus angkutan umum terperosok beberapa waktu lalu diduga disebabkan oleh kondisi tanah urugan galian pipa yang belum sepenuhnya padat (re-kondisi), sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan berat saat melintas.
Sebagaimana diketahui, PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, saat ini tengah melakukan percepatan pembangunan jaringan pipa air bersih dari depan RS Sekarwangi Cibadak sampai Cikembang – Cikembar guna meningkatkan pelayanan distribusi air kepada masyarakat.
Pernyataan Resmi Tenaga Ahli Dan Hukum PDAM
Tenaga Ahli Humas dan Hukum PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, Kompol Purn Sunarya ishak SH, MH menyatakan bahwa pihak kontraktor pelaksana telah diinstruksikan untuk segera turun ke lapangan guna melakukan evakuasi dan penguatan area galian.
“Mewakili PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kru bus, para penumpang, dan seluruh masyarakat pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pengerjaan proyek ini,
“Kami menyadari bahwa aktivitas pembangunan jaringan ini mengganggu kelancaran lalu lintas di sepanjang jalur pengerjaan,” ujar Sunarya kepada PenaKu.ID, Minggu (15/3/2026).
Langkah Tindak Lanjut
Sebagai bentuk tanggung jawab, PDAM telah mengambil langkah-langkah
Evaluasi Teknis untuk memeriksa kembali seluruh titik pengurugan tanah di sepanjang jalur proyek untuk memastikan pemadatan dilakukan sesuai standar keamanan.
Selain itu lanjut dia, PDAM melakukan peningkatan keamanan dengan menambah rambu-rambu peringatan dan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik rawan agar pengendara lebih waspada.
Imbauan kepada Masyarakat
PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, mengimbau kepada para pengendara, khususnya kendaraan dengan tonase besar, untuk berhati-hati saat melintasi area yang baru saja dilakukan pengurugan.
“Pembangunan jaringan ini merupakan upaya jangka panjang kami untuk memastikan aliran air bersih sampai ke seluruh rumah warga untuk memberikan pelayanan kepada sekitar 60 ribu pelanggan masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.
“Kami memohon doa dan dukungan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan publik,” pungkasnya.
***





