PenaKu.ID – Rencana Paolo Maldini menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih tim nasional Italia ternyata menjadi salah satu pemicu utama pengunduran dirinya dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Perselisihan tersebut muncul setelah kewenangan Maldini dalam menentukan pelatih disebut berubah di tengah proses.
Maldini sebelumnya menginginkan Pirlo, mantan pelatih Juventus, untuk memimpin Gli Azzurri. Namun, pilihan itu tidak mendapat persetujuan Presiden FIGC Giovanni Malago.
Andrea Pirlo Tersandung Status sebagai Duta Perusahaan Judi Jadi Keputusan Paolo Maldini
Salah satu persoalan yang ikut menghambat Pirlo adalah statusnya sebagai duta Fonbet, perusahaan judi asal Rusia. Maldini mengakui isu tersebut turut memengaruhi pembahasan, tetapi menilai tidak terdapat persoalan hukum yang secara otomatis melarang Pirlo menjadi pelatih Italia.
Menurut Maldini, Pirlo bahkan bersedia mengakhiri hubungan kontraktualnya dengan perusahaan taruhan tersebut. Ia menilai polemik yang muncul justru berkembang lebih besar dibanding persoalan sebenarnya.
“Kami tidak mengetahuinya. Opini publik telah menjalankan tugasnya,” ujar Maldini kepada Corriere della Sera, seperti dikutip sport.detik.com. Ia menilai Pirlo tetap bisa dipertimbangkan apabila terdapat kemauan untuk meneruskan proses tersebut.
Kesepakatan Paolo Maldini dan Malago Berubah
Setelah opsi Pirlo tidak berlanjut, Malago memilih Roberto Mancini. Keputusan itu berbeda dari pandangan Maldini mengenai sosok yang tepat untuk menangani tim nasional.
Maldini mengatakan sejak awal telah memastikan siapa yang memiliki kewenangan memilih pelatih. Menurutnya, Malago semula menyatakan keputusan tersebut berada di tangan Maldini dengan dukungan presiden FIGC.
Namun, situasi berubah ketika pembahasan kandidat berlangsung. Maldini mengaku Malago kemudian menyampaikan perubahan aturan terkait kewenangan tersebut.
“Mulai hari ini, aturannya berubah, saya yang memutuskan pelatih dan Anda yang menyetujuinya,” kata Maldini, mengutip pernyataan Malago.
Maldini akhirnya memilih mundur. “Kesepakatan telah diubah. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mengundurkan diri, melepaskan kontrak empat tahun yang seharusnya dimulai pada 1 Agustus,” katanya.
Maldini baru ditunjuk pada Juli dan mengundurkan diri kurang dari tiga pekan kemudian. Leonardo Araujo juga meninggalkan posisinya setelah keduanya mempertimbangkan keputusan selama 24 jam.
“Tidak ada lagi kepercayaan yang kami butuhkan untuk melaksanakan tugas yang sangat besar,” jelas Maldini. Jabatan direktur teknik FIGC kemudian diisi Claudio Ranieri.**
