PenaKu.ID – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa operasi bersama untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat diluncurkan dalam dua atau tiga hari ke depan.
Hal ini diumumkan menyusul kesepakatan kerangka kerja antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang terjadi.
Kesiapan Pasukan Militer Selat Hormuz
Berbicara pada KTT G7 di Prancis, Macron menegaskan bahwa Prancis dan Inggris siap bertindak cepat demi memulihkan kebebasan navigasi di jalur tersebut.
Rencana tersebut mencakup pengiriman pesawat tempur, kapal fregat, dan ahli pembuangan ranjau ke area strategis tersebut. Pengiriman ini dipandang krusial untuk memastikan keamanan pelayaran internasional yang sempat terganggu cukup lama.
Kolaborasi Internasional untuk Selat Hormuz
Macron menambahkan bahwa kapal induk Charles de Gaulle tetap bersiaga di area tersebut dan siap dikerahkan dalam waktu singkat setelah kesepakatan dikonfirmasi.
Operasi ini akan dilakukan bersama Amerika Serikat dan dilakukan secara paralel dengan pihak Iran untuk memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz berjalan damai serta berlangsung secara permanen. Keputusan ini disambut sebagai langkah besar menuju stabilitas regional di Timur Tengah.**
