PenaKu.ID – Gangguan akses pada aplikasi perbankan digital OCTO Mobile milik CIMB Niaga sempat dikeluhkan sejumlah nasabah dalam beberapa waktu terakhir khususnya sejak Kamis (30/4/26) siang. Kendala OCTO Mobile ini berdampak pada terganggunya aktivitas transaksi, mulai dari login hingga layanan finansial lainnya.
Berdasarkan laporan pengguna, aplikasi tidak dapat digunakan secara normal. Sejumlah nasabah mengaku mengalami kesulitan saat masuk ke akun, melakukan transfer, membayar tagihan, hingga mengecek saldo. Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial.
Menanggapi hal ini, pihak CIMB Niaga menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat proses peningkatan sistem layanan digital. Pembaruan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi performa aplikasi sekaligus penguatan keamanan transaksi nasabah.
Manajemen bank menyatakan bahwa peningkatan sistem merupakan prosedur berkala yang diperlukan guna menjaga stabilitas layanan, terutama di tengah tingginya volume transaksi perbankan digital. Proses ini disebut penting untuk memastikan layanan tetap aman dan andal.
Meski bersifat sementara, gangguan OCTO Mobile tersebut sempat menghambat aktivitas nasabah, khususnya bagi mereka yang bergantung pada aplikasi untuk kebutuhan transaksi harian. Sejumlah pengguna bahkan mengaku harus menunda transaksi penting karena layanan belum dapat diakses secara normal.
Sebagai langkah antisipasi, CIMB Niaga mengimbau nasabah untuk sementara menggunakan kanal alternatif, seperti jaringan ATM, kantor cabang, maupun Digital Lounge hingga sistem kembali beroperasi secara optimal.
OCTO Mobile Error Dialami Banyak Pengguna
Sementara itu, data dari platform pemantau gangguan layanan digital menunjukkan adanya lonjakan laporan terkait OCTO Mobile selama periode kejadian. Hal ini mengindikasikan gangguan dialami oleh banyak pengguna secara luas, bukan kasus individual.
Pengamat teknologi perbankan menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar dalam ekosistem layanan keuangan digital. Menurutnya, pemeliharaan dan pembaruan sistem secara berkala menjadi bagian krusial untuk menjaga keandalan infrastruktur, terutama dalam menghadapi ancaman keamanan siber yang terus berkembang.
Hingga kini, belum ada informasi resmi yang mengarah pada kebocoran data nasabah atau insiden keamanan lainnya. Gangguan yang terjadi dinilai lebih bersifat teknis dan berkaitan dengan peningkatan layanan.
Nasabah disarankan untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi CIMB Niaga, memperbarui aplikasi ke versi terkini, serta memastikan koneksi internet stabil saat mengakses layanan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah pesatnya transformasi digital sektor perbankan, stabilitas sistem serta komunikasi yang cepat dan transparan kepada nasabah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital** (tds)
